NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

STIPER Flores Bajawa Pamerkan Inovasi di Hari Terakhir Festival Wolobobo

STIPER Flores Bajawa memamerkan inovasi dosen dan mahasiswa di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada. Produk yang diperkenalkan mencakup pangan olahan, briket limbah aren, Lime Dite, dan pupuk cair.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Bajawa adalah kota pedalaman di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Bajawa adalah kota pedalaman di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. · Foto: Fikkar Bonggi / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bajawa — Festival Wolobobo 2026 memasuki hari terakhir di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. STIPER Flores Bajawa memperkenalkan produk inovasi dosen dan mahasiswa dalam rangkaian festival yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026.

Produk yang diperkenalkan mencakup makanan olahan, briket dari limbah aren, inovasi Lime Dite, dan pupuk cair. Produk tersebut dikembangkan oleh lima program studi di STIPER Flores Bajawa.

Festival mempertemukan inovasi kampus dan potensi ekonomi Ngada

Kegiatan ini menempatkan hasil pengembangan kampus dalam ruang promosi pariwisata dan ekonomi lokal. Festival Wolobobo 2026 juga menghadirkan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah, pertunjukan seni budaya, perlombaan tari dan lagu daerah, serta lomba konten kreator.

Media Indonesia melaporkan pembukaan festival berlangsung di Art Centre Bajawa pada Kamis, 22 Oktober 2026. Namun, laporan tentang kegiatan STIPER Flores Bajawa menyebut pameran produk berlangsung pada 22 hingga 24 Oktober 2026.

Produk kampus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Ngada juga mendorong agar produk lokal tidak berhenti sebagai pajangan pameran, tetapi dikembangkan hingga memiliki nilai tambah.

Keikutsertaan STIPER Flores Bajawa menampilkan hasil kerja dosen dan mahasiswa dalam rangkaian kegiatan Festival Wolobobo 2026. Pameran tersebut memperlihatkan ragam produk yang dikembangkan melalui lima program studi, mulai dari makanan olahan hingga produk berbahan limbah aren. Kehadiran inovasi itu melengkapi pameran usaha mikro, kecil, dan menengah serta kegiatan seni dan perlombaan yang berlangsung di Art Center Bajawa. Pada hari terakhir festival, produk kampus tetap menjadi bagian dari ruang pengenalan potensi lokal Ngada kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.