103 Guru di Manggarai Barat Lulus Program Guru Penggerak
Dinas PKO Manggarai Barat mendorong guru mengikuti Program Guru Penggerak untuk memperkuat pembelajaran berpusat pada murid.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendorong guru mengikuti Program Guru Penggerak untuk memperkuat kompetensi dan mutu pembelajaran di daerah itu.
Kepala Dinas PKO Manggarai Barat Yohanes Hani menyebut sekitar 103 guru di kabupaten tersebut telah lulus Program Guru Penggerak hingga Jumat, 13 Januari 2023, dan kini aktif di satuan pendidikan masing-masing.
Menurut Yohanes, pendaftaran Program Guru Penggerak angkatan 9 dan 10 kembali dibuka secara daring. Ia mengajak guru di Manggarai Barat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan profesional dan kepemimpinan pembelajaran di kelas.
Pendaftaran calon peserta dilakukan melalui laman resmi Program Guru Penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Calon guru penggerak mengisi formulir dan mengunggah dokumen persyaratan secara daring sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Peran Guru Penggerak di Manggarai Barat
Yohanes menjelaskan, guru yang mengikuti dan lulus Program Guru Penggerak berperan penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah.
Menurut dia, Guru Penggerak didorong mengembangkan inovasi pembelajaran, mengubah cara penyampaian materi agar lebih aktif, serta mendorong budaya refleksi di lingkungan belajar.
Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik dengan pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru diharapkan mengembangkan kompetensinya secara mandiri dan bekerja sama dengan orang tua untuk menumbuhkan kepemimpinan murid.
Dinas PKO Manggarai Barat menyatakan berharap semakin banyak guru mengikuti program tersebut sehingga kualitas kegiatan belajar mengajar meningkat dan akses guru terhadap pelatihan berkelanjutan semakin luas.
Sertifikat dan jenjang karier
Peserta yang menyelesaikan Program Guru Penggerak memperoleh sertifikat sebagai Guru Penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Yohanes mengatakan sertifikat tersebut menjadi salah satu standar administratif yang diakui dalam proses pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah, sesuai ketentuan Kemendikbudristek.
Dengan sertifikat itu, guru memiliki peluang lebih besar untuk dipertimbangkan mengisi posisi kepemimpinan di sekolah maupun jabatan pengawas, di samping memenuhi syarat lain yang ditetapkan pemerintah.
Program Guru Penggerak sendiri mensyaratkan peserta lulus seleksi dan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan. Calon peserta melalui tahapan registrasi, seleksi administrasi, dan penilaian kompetensi sebelum ditetapkan sebagai calon guru penggerak.
Konteks pelaksanaan di NTT
Program Guru Penggerak dilaksanakan secara bertahap di berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur.
Di Manggarai Barat, Dinas PKO menyatakan dukungan terhadap pendaftaran angkatan 9 dan 10 dengan mendorong guru mendaftar dan mengikuti pendidikan yang berlangsung secara berjenjang.
Melalui perluasan jumlah Guru Penggerak, pemerintah daerah berharap penerapan Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi guru di Manggarai Barat berjalan lebih merata, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program.
Sumber
Berita berikutnya

Kepesertaan JKN Manggarai Lampaui Jumlah Penduduk Resmi
Dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai tahun 2022 mencatat jumlah penduduk 326.737 jiwa.
Baca juga




