Abu Ile Lewotolok Cemari Sumur 26 Desa di Lembata
Abu vulkanik erupsi Gunung Ile Lewotolok mencemari sumur dangkal dan bak penampungan air hujan di 26 desa Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Lembata.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Lembata — Abu vulkanik erupsi Gunung Ile Lewotolok mencemari sumber air warga di 26 desa sekitar kawasan gunung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan memicu krisis air bersih di tengah musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Andris Koban, menjelaskan masyarakat di dua kecamatan terdampak selama ini mengandalkan sumur dangkal dan air hujan yang ditampung untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Menurut Andris, abu vulkanik masuk ke sumur dan bak penampungan air hujan sehingga sumber air tersebut tidak lagi dapat digunakan warga. Material abu yang sangat halus tampak mengendap di permukaan air dan berpotensi mencemari sumber air bersih.
Krisis Air Bersih di Dua Kecamatan
BPBD Kabupaten Lembata mendata 26 desa terdampak yang berada di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, dengan total 5.816 keluarga atau 19.998 jiwa. Andris menyebut desa-desa tersebut tidak memiliki sumber mata air sendiri sehingga sangat bergantung pada sumur dangkal dan air tadah hujan.
Memasuki puncak musim kemarau, paparan abu vulkanik membuat akses masyarakat terhadap air bersih semakin terbatas. Warga yang sumber airnya tercemar terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan harian.
Menurut laporan BPBD yang dikutip Media Indonesia, kebutuhan air bersih di dua kecamatan itu mencapai 260 tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, terdiri atas 90 tangki untuk sembilan desa di Ile Ape Timur dan 170 tangki untuk 17 desa di Ile Ape. Kebutuhan tersebut setara sekitar 1,3 juta liter air bersih.
Dalam wawancara dengan RRI, Andris menggambarkan kondisi warga yang kesulitan memperoleh air bersih karena seluruh sumber air yang digunakan sehari-hari telah terkontaminasi abu. Ia menekankan perlunya dukungan distribusi air bersih untuk meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak.
Dampak Abu Vulkanik pada Permukiman
Abu vulkanik Ile Lewotolok tidak hanya mengganggu sumber air dan permukiman, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, pertanian, dan peternakan. BPBD Lembata mencatat paparan abu memengaruhi tanaman, pakan ternak, serta aktivitas warga di desa-desa sekitar gunung.
Media Indonesia melaporkan abu vulkanik mulai berdampak terhadap kesehatan warga di 26 desa, terutama gangguan pernapasan dan iritasi akibat paparan abu di udara. BPBD menghimpun data kebutuhan warga, termasuk permintaan masker, penutup kepala, dan air bersih.
Sejumlah laporan lain menyebut hujan abu vulkanik tebal menerpa desa-desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Material abu bercampur pasir menutupi atap rumah, halaman, dan lahan pertanian sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Imbauan Keselamatan bagi Warga
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih tinggi dan gunung berada pada Status Level II atau Waspada. Pos pemantauan dan otoritas terkait merekomendasikan masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung serta hingga radius tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
PVMBG dan petugas pemantauan gunung api mengimbau warga di sekitar kawasan gunung menggunakan masker, melindungi mata dan kulit, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari kontaminasi abu. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
BPBD Lembata menyatakan belum ada rekomendasi evakuasi massal, namun tetap siaga memantau perkembangan aktivitas gunung dan dampaknya terhadap 26 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Pemerintah daerah dan BPBD melanjutkan pendataan kebutuhan warga serta koordinasi bantuan, khususnya air bersih dan perlindungan kesehatan.
Sumber
- RRI Ende - Abu Vulkanik Ile Lewotolok Cemari Sumur, Warga Lembata Krisis Air Bersih
- Media Indonesia - Erupsi Gunung Lewotolok Picu Krisis Air Bersih, 19.998 Warga di 26 Desa Terdampak
- MetroTV News - 9 Desa di Kaki Gunung Ili Lewotolok Terdampak Abu Vulkanik
- iNews - Gunung Ile Lewotolok Erupsi 4 Kali Disertai Dentuman, Hujan Abu Guyur 11 Desa
- CNBC Indonesia - Gunung Api Ili Lewotolok di NTT Meletus, Kolom Abu Setinggi 600 Meter
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…

