NTT Hari Ini

Sabtu, 3 Oktober 2026

Bagaimana Membaca Data Kriminalitas dan Perkara Hukum di NTT?

Memahami kriminalitas di NTT memerlukan pembedaan antara laporan pidana, desa yang mencatat kejahatan, serta tahapan perkara korupsi yang ditangani kejaksaan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan berkas dokumen dan foto di atas meja.
Ilustrasi: Tumpukan berkas dokumen dan foto di atas meja. · Foto: cottonbro studio / Pexels

Data resmi menunjukkan kriminalitas di Nusa Tenggara Timur perlu dibaca melalui dua ukuran berbeda: tindak pidana yang dilaporkan dan desa yang mencatat jenis kejahatan tertentu. BPS menyediakan tabel statistik mengenai keduanya, sedangkan Kejaksaan Tinggi NTT melaporkan 106 penyelidikan perkara korupsi sepanjang Januari hingga September 2025.

Apa yang dimaksud dengan angka kriminalitas di NTT?

Angka kriminalitas tidak selalu berarti jumlah seluruh kejahatan yang terjadi. BPS membedakan data berdasarkan indikator, termasuk jumlah tindak pidana yang dilaporkan serta banyaknya desa menurut tindak kejahatan, sehingga pembaca perlu melihat apa yang dihitung dalam setiap tabel.

Tabel BPS tentang jumlah tindak pidana yang dilaporkan menyajikan perkara yang masuk sebagai laporan. Tabel lain mengelompokkan desa menurut tindak kejahatan, sehingga satuannya adalah desa, bukan jumlah kasus.

Berapa perkara korupsi yang ditangani?

Kejaksaan Tinggi NTT menyatakan terdapat 106 penyelidikan perkara korupsi sepanjang Januari hingga September 2025. Pada tahap penyidikan, terdapat 92 perkara yang masih aktif dalam periode tersebut, menurut Kejaksaan Tinggi NTT.

Angka penyelidikan dan penyidikan tidak boleh dijumlahkan karena menunjukkan tahapan penanganan perkara yang berbeda. Data itu juga tidak sama dengan jumlah putusan pengadilan.

Mengapa angka laporan polisi berbeda dari angka perkara jaksa?

Polisi dan jaksa bekerja pada tahapan berbeda dalam proses pidana. Data laporan menggambarkan perkara yang dilaporkan, sedangkan data kejaksaan yang dikutip di sini menggambarkan perkara korupsi pada tahap penyelidikan atau penyidikan.

Karena definisi, jenis tindak pidana, periode, dan lembaga pencatatnya berbeda, angka-angka tersebut tidak dapat dipakai untuk menghitung satu total kriminalitas NTT.

Bagaimana membaca data itu dengan tepat?

  • Periksa satuan data: kasus, perkara, atau desa.
  • Periksa periode pencatatan dan jenis tindak pidana.
  • Bedakan tahap laporan, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan putusan.

BPS menerbitkan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2025 pada 28 Februari 2025 dan Statistik Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025 pada 26 September 2025. Kedua publikasi itu menjadi rujukan statistik wilayah, sementara Kejaksaan Tinggi NTT menjadi sumber untuk perkembangan penanganan perkara korupsi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.