Kemenag Sabu Raijua Dampingi Dua Anak Asuh di Kujiratu
Kantor Kementerian Agama Sabu Raijua, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Bolou mendampingi dua anak asuh di Desa Kujiratu melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting. Pendampingan mencakup nutrisi, edukasi, dan rohani selama setahun.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Sabu Raijua — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua, Dinas Kesehatan, dan ahli gizi Puskesmas Bolou mendampingi dua anak asuh serta keluarganya di Desa Kujiratu, Kecamatan Sabu Timur, pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan ini berlangsung melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting.
RRI melaporkan, pendampingan itu mencakup dukungan nutrisi, edukasi, dan pendampingan rohani kepada anak serta keluarga. Dalam laporan yang sama, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua, Ariance Jetimauh, menyebut pendampingan akan diberikan secara mandiri setiap bulan selama satu tahun.
Menurut Ariance, program tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi lintas sektor di Kecamatan Sabu Timur. Keterlibatan Dinas Kesehatan dan tenaga gizi Puskesmas Bolou diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak dan menjaga pendampingan tetap berjalan.
Pendampingan lintas sektor
Program ini menggabungkan dukungan keluarga, layanan kesehatan, dan pembinaan rohani. RRI menyebut, pendampingan diarahkan untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat keluarga melalui dukungan sosial dan spiritual.
Data lokasi kesehatan di Kabupaten Sabu Raijua juga mencantumkan Puskesmas Bolou di Kecamatan Sabu Timur. Dengan begitu, unsur kesehatan yang disebut dalam kegiatan tersebut berada dalam wilayah layanan setempat.
Pendampingan orang tua asuh menjadi salah satu cara pencegahan stunting yang menekankan keterlibatan beberapa pihak secara berkelanjutan. Dalam kasus di Desa Kujiratu, komitmen penyuluh agama disebut berlangsung bulanan selama setahun.
Data kegiatan:
- Penerima pendampingan: dua anak asuh dan keluarga.
- Lokasi: Desa Kujiratu, Kecamatan Sabu Timur, Sabu Raijua.
- Durasi komitmen pendampingan: setiap bulan selama satu tahun.
Program itu menambah pola kerja lintas sektor yang sebelumnya juga digunakan Sabu Raijua untuk menekan stunting. Pada kegiatan ini, peran penyuluh agama, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Bolou dipadukan dalam pendampingan keluarga di tingkat desa.
Sumber
Berita berikutnya

PLN Tuntaskan Uji Jaringan 2,35 Km di Desa Unggu
PLN UP2K Flores dan ULP Ende menyelesaikan uji komisioning jaringan tegangan rendah 2,35 kilometer di dua dusun Desa Unggu, Ende. Jaringan berpotensi…
Baca juga





