BMKG Peringatkan Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di NTT Pertengahan September
BMKG melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dan Maritim Tenau Kupang mengingatkan potensi angin kencang di delapan kabupaten/kota serta gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan NTT pada pertengahan September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Nusa Tenggara Timur — BMKG melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan potensi angin kencang di daratan serta gelombang sedang hingga tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur pada pertengahan September 2026.
Menurut laporan RRI Ende yang merujuk informasi BMKG El Tari Kupang, potensi angin kencang terjadi pada Rabu, 16 September 2026, di delapan kabupaten/kota di NTT. Wilayah yang disebut meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Prakirawan BMKG yang dikutip RRI Kupang menjelaskan, angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 15 hingga 50 kilometer per jam. BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut untuk mewaspadai dampak angin kencang terhadap aktivitas darat maupun laut.
Selain angin kencang, BMKG juga mengeluarkan informasi tinggi gelombang untuk wilayah perairan NTT. Menurut RRI Kupang, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menyampaikan bahwa informasi gelombang berlaku mulai 17 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 20 September 2026 pukul 08.00 WITA. Dalam periode itu, sejumlah perairan NTT diprakirakan mengalami gelombang kategori sedang hingga tinggi.
Laporan RRI Ende lainnya menyebut peringatan dini gelombang hingga sekitar 3 meter di Perairan Selatan Sumba yang berlaku pada 16–17 September 2026. Di luar wilayah tersebut, gelombang setinggi sekitar 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, dan Perairan Taman Nasional Komodo.
Media lokal lain, Akurat.co edisi NTT, yang juga mengutip rilis BMKG, menuliskan bahwa pada 18–20 September 2026 gelombang kategori sedang, sekitar 1,25–2,5 meter, berpotensi terjadi di perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor–Rote dan Taman Nasional Komodo. Gelombang kategori tinggi, sekitar 2,5–3,5 meter, berpotensi terjadi di perairan selatan Sumba pada periode yang sama.
Tribun Kupang yang juga merujuk prakiraan cuaca maritim BMKG menulis bahwa gelombang hingga sekitar 4 meter perlu diwaspadai di Perairan Selatan Sumba hingga 20 September 2026. Media tersebut menyebut perairan lain di NTT umumnya berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk memperhatikan informasi terbaru cuaca maritim sebelum melaut dan menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kondisi gelombang di masing-masing perairan. Di darat, warga diminta mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin dan berhati-hati terhadap kemungkinan gangguan pada pohon dan jaringan listrik akibat angin kencang.
Sumber
Berita berikutnya
Surat Camat Atadei Picu Polemik Baru Geotermal Lembata
Surat Camat Atadei tentang pengaturan sosialisasi di tengah polemik PLTP Atadei memicu penolakan kelompok warga.
Baca juga




