BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Evakuasi Mandiri Saat Gempa Kuat
BMKG mengimbau warga pesisir Nusa Tenggara Timur, termasuk Sumba, segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat tinggi saat merasakan gempa kuat atau gempa yang berlangsung lama.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Sumba, Nusa Tenggara Timur — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi ketika merasakan gempa kuat atau gempa yang berlangsung lama, tanpa menunggu peringatan resmi tsunami.
Imbauan ini disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Arief Tyastama, dalam wawancara dengan RRI Ende pada 17 September 2026. Menurut Arief, guncangan gempa yang kuat atau berlangsung lama di wilayah pantai dapat menjadi natural early warning atau peringatan dini alam atas potensi tsunami, sehingga warga pesisir perlu segera menjauh dari pantai dan bergerak ke daerah yang lebih tinggi.
Arief menekankan agar masyarakat tidak menunggu rilis BMKG atau perintah resmi pemerintah daerah sebelum menyelamatkan diri. Ia meminta warga pesisir untuk langsung lari menjauh dari pantai jika merasakan guncangan kuat atau lama, serta tetap waspada terhadap tanda-tanda alam lain seperti air laut yang surut tidak wajar atau suara gemuruh dari arah laut.
BMKG mengaitkan pesan evakuasi mandiri ini dengan pengalaman gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Survei pascagempa yang dipaparkan BMKG menunjukkan adanya jejak tsunami di sepanjang pesisir utara Flores, dan lembaga itu menegaskan bahwa tsunami di kawasan tersebut dapat datang sangat cepat setelah gempa.
Dalam pemberitaan lain, pejabat BMKG Rahmat menyampaikan bahwa karakteristik pesisir utara NTT membuat masyarakat harus membangun kesadaran untuk segera melakukan evakuasi mandiri begitu merasakan guncangan kuat, khususnya di wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan sumber gempa. Ia menyebut kesadaran warga untuk merespons potensi tsunami sebagai bentuk peringatan dini yang paling baik.
BMKG juga mengingatkan warga agar tidak segera kembali ke pantai setelah gelombang pertama tsunami berlalu. Gelombang susulan dapat terjadi dan berpotensi lebih besar dari gelombang pertama. Karena itu, masyarakat diminta tetap berada di tempat aman dan mengikuti informasi resmi hingga otoritas menyatakan kondisi telah aman.
Imbauan evakuasi mandiri ini relevan bagi kawasan pesisir di seluruh Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah Sumba yang juga berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan keluarga, seperti menyusun rute evakuasi, menentukan titik kumpul di lokasi tinggi, dan memastikan seluruh anggota keluarga memahami langkah yang harus dilakukan saat merasakan gempa kuat.
Lembaga itu juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat di NTT untuk memperkuat edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, serta penyiapan sarana informasi di tingkat desa. Menurut BMKG, waktu yang tersedia untuk menyelamatkan diri setelah gempa kuat di wilayah pesisir bisa sangat terbatas, sehingga keputusan cepat warga untuk evakuasi mandiri menjadi faktor penting dalam mengurangi korban jiwa pada kejadian gempa dan tsunami.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Sumba Timur Revitalisasi Sekolah dan Siapkan Sekolah Terintegrasi
Dinas Pendidikan Sumba Timur menyatakan puluhan sekolah di wilayah itu tengah dibenahi melalui program revitalisasi sarana dan prasarana.
Baca juga


