NTT Hari Ini

Selasa, 22 September 2026

BNPB Bangun Lima Rumah Contoh Huntara di Maumere untuk Korban Gempa Flores

BNPB membangun lima rumah contoh hunian sementara di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere untuk korban gempa Flores dengan kerusakan rumah berat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau di bawah langit kelabu berawan mendung.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau di bawah langit kelabu berawan mendung. · Foto: Alina Chernii / Pexels

Maumere — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun lima unit rumah contoh hunian sementara atau huntara di kawasan Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC), Kota Maumere, untuk warga terdampak gempa Flores yang rumahnya rusak berat. Pembangunan contoh huntara ini telah dipantau langsung BNPB pada 10 September 2026 dan menjadi acuan bagi hunian sementara di lokasi lain.

Mengapa ini penting: Pembangunan huntara dan skema bantuan rumah menentukan pola penanganan hunian bagi warga Sikka yang rumahnya rusak akibat gempa Flores mulai September 2026.

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menjelaskan, hunian sementara akan dibangun di halaman rumah warga terdampak dengan pembagian skema penanganan. Menurut dia, rumah warga dengan kerusakan di bawah 30 persen akan ditangani Pemerintah Kabupaten Sikka, sedangkan kerusakan di atas 30 persen akan ditangani BNPB.

Simon mengatakan, hunian sementara yang akan dibangun pemerintah kabupaten masih menunggu penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pembangunan harus melalui proses pengadaan barang dan jasa sehingga pelaksanaannya baru dapat dimulai setelah APBD ditetapkan.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui BNPB menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa Flores di Nusa Tenggara Timur. Kepala BNPB Suharyanto menyebut kategori rusak ringan akan menerima bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, sementara rumah rusak berat akan mendapatkan hunian sementara sambil menunggu hunian tetap dibangun atau dana tunggu hunian disalurkan.

Pemerintah juga menyiapkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan untuk warga yang memilih menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara. Skema ini disiapkan agar warga yang rumahnya rusak berat tetap memiliki tempat tinggal selama proses pembangunan hunian tetap berlangsung.

Di Kabupaten Sikka, contoh huntara yang dibangun di PJC Maumere dilengkapi satu kamar tidur, jaringan listrik, air, serta kamar mandi dengan toilet. Pemerintah berharap model hunian sementara ini memberikan gambaran kepada warga tentang bentuk dan fasilitas rumah sementara yang akan dibangun di dekat rumah masing-masing.

Di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, pembangunan huntara komunal juga mulai dilakukan untuk warga yang rumahnya rusak berat. Camat Palue Rudolfus Riba mengatakan, huntara komunal lima kamar akan ditempati beberapa keluarga sebagai hunian sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Data sementara pemerintah menunjukkan ribuan rumah di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan akibat gempa Flores. Angka kerusakan ini menjadi dasar penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap, dan dukungan dana tunggu hunian bagi warga terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.