Gubernur NTT Minta Pemulihan Ekonomi Korban Gempa Flores Dipercepat
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pemulihan ekonomi warga Flores terdampak gempa harus berjalan bersamaan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pemulihan ekonomi masyarakat Flores yang terdampak gempa harus berjalan bersamaan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan menunggu seluruh perbaikan infrastruktur selesai. Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan koordinasi penanganan gempa Flores yang digelar pada 11 September 2026.
Dalam siaran resmi pemerintah provinsi, Melki menyebut penanganan gempa perlu bergerak dari sekadar respons darurat menuju agenda pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak secara lebih aman dan tangguh. Menurut dia, masyarakat yang kehilangan rumah sekaligus mata pencaharian tidak boleh terlalu lama bergantung pada bantuan.
Gubernur menekankan bahwa penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) harus menjadi pijakan bersama untuk menentukan apa yang akan dibangun kembali dan bagaimana memastikan pembangunan pascagempa sesuai kebutuhan warga. Dalam kerangka itu, pemulihan ekonomi diminta berjalan paralel dengan perbaikan hunian dan infrastruktur.
Pemerintah provinsi merinci sejumlah sektor yang menjadi fokus pemulihan ekonomi.
- Pertanian: Pemprov NTT mendorong percepatan pemulihan melalui bantuan benih padi, jagung dan hortikultura, penyediaan sarana produksi, serta dukungan alat pascapanen. Perbaikan jaringan irigasi menjadi perhatian agar produksi pertanian dapat kembali berjalan.
- Kelautan dan perikanan: Data nelayan terdampak disinkronkan dengan pemerintah kabupaten sebagai dasar penyaluran bantuan dan intervensi pemulihan.
- UMKM: Pemerintah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan perbankan untuk relaksasi pembiayaan serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan keringanan bagi pelaku usaha terdampak.
- Keringanan pajak kendaraan: Pemprov NTT memberikan keringanan Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 75 persen bagi wilayah terdampak gempa dan 50 persen bagi wilayah lain di provinsi, disertai pembebasan denda bagi wajib pajak.
Transisi dari tanggap darurat ke pemulihan
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masa tanggap darurat gempa di Flores berakhir pada pertengahan September 2026. Sesudah itu, penanganan memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi dengan penekanan pada pemulihan ekonomi.
Dalam berbagai forum koordinasi, Gubernur Melki menyampaikan bahwa pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Pendataan dilakukan bersama tujuh pemerintah kabupaten terdampak di Flores.
Pemerintah provinsi dan kabupaten juga menyiapkan usulan kebutuhan untuk Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang akan diteruskan kepada pemerintah pusat. Basis data terpadu dampak gempa dibangun untuk meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan dan mengarahkan pembangunan kembali ke lokasi dan kelompok yang paling membutuhkan.
Data korban dan bantuan logistik BNPB
BNPB melaporkan gempa bumi yang mengguncang Flores sejak 15 Agustus 2026 menyebabkan 136 orang meninggal dunia. Dari jumlah itu, 48 orang tercatat meninggal secara langsung akibat gempa, sedangkan 88 orang meninggal secara tidak langsung atau setelah mendapatkan penanganan medis.
Lembaga tersebut juga mencatat 102.384 rumah terdampak dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan di tujuh kabupaten Flores. Verifikasi dan validasi terhadap rumah-rumah tersebut dilakukan secara bertahap sebagai dasar penyaluran bantuan hunian.
Untuk kebutuhan pengungsi dan warga terdampak, BNPB menyalurkan bantuan logistik darurat dengan akumulasi 2.178 ton melalui dua posko utama di NTT. Sebanyak 1.379 ton dikirim melalui pos distribusi Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, sedangkan 664 ton disalurkan melalui Maumere di Kabupaten Sikka.
Bersamaan dengan distribusi bantuan dan verifikasi kerusakan, pemerintah pusat dan daerah mulai menggeser fokus ke pemulihan ekonomi. Melki menyatakan mayoritas kegiatan pembangunan pemerintah provinsi akan diprioritaskan ke wilayah Flores sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak gempa.
Sumber
Berita berikutnya
Pemprov NTT Pangkas Target PAD 2026 Jadi Rp2,1 Triliun
Pemprov NTT menurunkan target PAD 2026 dari Rp2,733 triliun menjadi Rp2,1 triliun dalam rancangan perubahan APBD.

