NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

BMKG Catat HTH Ekstrem Panjang di Sejumlah Wilayah NTT

BMKG mencatat HTH ekstrem panjang di sejumlah wilayah NTT hingga Dasarian II Oktober 2026. Curah hujan berada pada kategori rendah, nol sampai 50 milimeter per dasarian.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak berwarna kemerahan.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak berwarna kemerahan. · Foto: Rashed Paykary / Pexels

Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui catatan hingga Dasarian II Oktober 2026. Sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang, lebih dari 140 hari, pada 27 Oktober 2026.

Catatan itu mencakup Kota Kupang di sekitar Bakunase, Oepoi, dan Pasir Panjang. Di Kabupaten Kupang, wilayah terdampak berada di sekitar Lelogama dan Oeteta.

Di Pulau Flores dan Lembata, HTH ekstrem panjang tercatat di Kabupaten Lembata sekitar Lewoleba, Wairiang, Hadakewa, Waipukang, dan Wulandoni. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Ngada sekitar Waepana dan Wolomeze, serta Kabupaten Ende sekitar Detusoko. Kabupaten Sikka juga terdampak, terutama sekitar Stasiun Meteorologi Maumere dan Waigete.

Di Pulau Sumba, Kabupaten Sumba Timur mengalami HTH ekstrem panjang di sekitar Kawangu dan Kananggar. Di Pulau Timor, catatan BMKG mencakup Kabupaten Belu sekitar Atambua, Umarese, dan Fatulotu.

HTH ekstrem panjang menekan wilayah kering NTT

Data tersebut menunjukkan tekanan kekeringan tersebar di beberapa kabupaten dan kota. BMKG menyebut analisis curah hujan Dasarian II Oktober 2026 di Nusa Tenggara Timur secara umum berada pada kategori rendah, nol sampai 50 milimeter per dasarian. Dasarian II merupakan sepuluh hari kedua pada Oktober.

Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, catatan ini menjadi penanda bahwa kondisi kering tidak merata dan perlu dibaca per wilayah. Laporan yang tersedia menyebut lokasi terdampak di Timor, Flores, Lembata, dan Sumba; tidak ada rincian lokasi Sabu, Rote, atau Alor dalam laporan tersebut.

Laporan lain pada 21 Oktober 2026 menyebut kekeringan ekstrem melanda delapan wilayah, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata, Ngada, Ende, Sumba Timur, Sikka, dan Belu. Kondisi kering diperkirakan masih berlanjut pada Dasarian III Oktober 2026, dengan curah hujan kategori rendah dan peluang kejadian 91–100 persen.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.