Bupati Ratu Wulla Buka Festival Budaya Sumba Barat Daya 2026
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla membuka Festival Budaya Daerah Tingkat Sanggar Masyarakat, SD, dan SMP se-Kabupaten Sumba Barat Daya 2026 di Tambolaka.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Sumba Barat Daya — Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla membuka Festival Budaya Daerah Tingkat Sanggar Masyarakat, SD, dan SMP se-Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2026 pada Rabu, 2 September 2026.
Pembukaan berlangsung di Gedung Fortuna Convention Hall, Tambolaka, dan ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh bupati.
Menurut laporan radio publik, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya beserta jajaran, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda, para kepala sekolah, guru pembina, pengelola sanggar masyarakat, orang tua murid, panitia, dewan juri, serta siswa-siswi yang mengikuti perlombaan.
Media regional di Nusa Tenggara Timur memberitakan bahwa festival ini digagas sebagai ajang pertemuan sanggar masyarakat dan satuan pendidikan tingkat sekolah dasar serta sekolah menengah pertama se-Sumba Barat Daya.
Satuan pendidikan sebagai ruang pelestarian budaya
Dalam sambutannya, Ratu Wulla menegaskan dukungan pemerintah kabupaten terhadap pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah melalui kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya berperan dalam pencapaian akademik, tetapi juga diharapkan menjadi tempat peserta didik mengembangkan kreativitas dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal, termasuk etnik, kesenian, bahasa, dan tradisi.
Bupati menilai keterlibatan sanggar masyarakat dan sekolah membuat festival budaya menjadi ruang pembinaan yang menyentuh dua lingkungan penting: komunitas dan satuan pendidikan.
Dalam arahannya, Ratu Wulla mengapresiasi kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah, guru pembina, pengelola sanggar, dewan juri, serta orang tua yang mendukung anak-anak mengikuti festival.
Kepada peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan menjunjung sportivitas, kebersamaan, dan kegembiraan, sambil menjadikan ajang ini sebagai wadah belajar dan mengekspresikan bakat.
Harapan terhadap kreativitas generasi muda
Pemerintah daerah menempatkan festival budaya sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang kreatif dan inovatif tanpa melepaskan akar budaya.
Dalam pemberitaan, pemerintah berharap kegiatan seperti Festival Budaya Daerah melahirkan gagasan dan karya kreatif generasi muda untuk menjaga kelestarian budaya serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Festival ini juga dipandang sebagai salah satu cara mendorong kemajuan kebudayaan Sumba Barat Daya dan Pulau Sumba dengan memberi ruang tampil bagi berbagai bentuk ekspresi seni yang berkembang di sanggar dan sekolah.
Dengan pelibatan pelajar SD dan SMP, pemerintah berharap pembinaan seni dan budaya berlangsung sejak usia dini sehingga regenerasi pelaku budaya daerah berjalan lebih terarah.
Secara garis besar, data pokok kegiatan yang diberitakan adalah sebagai berikut:
- Tanggal pembukaan: Rabu, 2 September 2026.
- Tempat pelaksanaan: Gedung Fortuna Convention Hall, Tambolaka.
- Pembuka: Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla.
- Peserta: Sanggar masyarakat, pelajar SD, dan pelajar SMP se-Kabupaten Sumba Barat Daya.
- Penanda pembukaan: Pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh bupati.
Sumber
Berita berikutnya

Kemenkum NTT Asesmen Ranperda Masyarakat Hukum Adat di Sumba Barat Daya
Kemenkum NTT mengasesmen rancangan perda tentang penataan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan serta masyarakat hukum adat di Sumba Barat Daya. Pro…
Baca juga


