BPJS Sumba Barat Daya Catat 414.757 Peserta JKN per Akhir 2025
BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat 414.757 peserta JKN per 31 Desember 2025 dan mendorong pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, serta Care Center 165 untuk memudahkan akses informasi dan layanan administrasi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Sumba Barat Daya — BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat 414.757 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 31 Desember 2025 dan mendorong pemanfaatan kanal layanan digital untuk memperkuat kepesertaan.
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Wahyu A. Prasetya, menyampaikan data tersebut dalam dialog bersama RRI Sumba pada Rabu, 16 September 2026. Menurut laporan RRI, pernyataan Wahyu dimuat dalam berita yang terbit pada Kamis, 17 September 2026.
Dalam dialog itu, BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya disebut terus mendorong penguatan kepesertaan Program JKN sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat. Cakupan kepesertaan menjadi salah satu indikator pelaksanaan JKN karena semakin banyak peserta berarti semakin luas perlindungan kesehatan bagi penduduk.
Layanan digital untuk administrasi JKN
Menurut pemberitaan RRI, BPJS Kesehatan memanfaatkan kanal digital untuk memudahkan peserta memperoleh informasi dan mengurus kebutuhan administrasi terkait JKN. Salah satu layanan yang diperkenalkan kepada peserta ialah aplikasi Mobile JKN.
Melalui Mobile JKN, peserta dapat memeriksa informasi kepesertaan, melihat fasilitas kesehatan yang bekerja sama, dan menggunakan sejumlah fitur pelayanan tanpa harus selalu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Masih menurut penjelasan BPJS Kesehatan dalam dialog tersebut, kanal lain yang disediakan adalah layanan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) dan Care Center 165.
Informasi di laman resmi BPJS Kesehatan menyebut PANDAWA sebagai kanal layanan administrasi kepesertaan melalui WhatsApp, sedangkan Care Center 165 menjadi saluran informasi dan pengaduan yang dapat diakses peserta untuk mengecek status dan iuran JKN.
Kanal-kanal itu ditujukan agar peserta dapat memperoleh informasi, mengurus administrasi, dan menyampaikan pengaduan tanpa selalu mendatangi kantor BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan mengajak masyarakat menggunakan kanal resmi untuk memastikan informasi yang diterima akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepesertaan JKN di Pulau Sumba
Laporan lain RRI mengenai dialog yang sama mencatat bahwa di Pulau Sumba, kepesertaan JKN menunjukkan capaian tinggi. Data per 31 Desember 2025 yang disampaikan dalam dialog itu menyebut Kabupaten Sumba Barat memiliki 147.960 peserta JKN, sedangkan Kabupaten Sumba Barat Daya mencapai 414.757 peserta.
Pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur termasuk dalam jajaran penerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di tingkat provinsi. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang dinilai berkomitmen memperluas cakupan dan mempertahankan keberlanjutan kepesertaan aktif Program JKN.
Dalam keterangan BPJS Kesehatan yang dikutip sejumlah media, UHC Awards merupakan bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah mendukung perlindungan kesehatan masyarakat melalui JKN. Penguatan kepesertaan dan transformasi digital layanan, termasuk pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165, disebut menjadi bagian dari strategi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kemudahan dan pemerataan akses layanan JKN di berbagai daerah.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Waingapu dan Pertamina Fuel Perkuat Keselamatan Kapal di TUKS
KSOP Kelas IV Waingapu dan Pertamina Fuel menandatangani kerja sama layanan tunda untuk kapal di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Pertamina.
Baca juga


