Camat Lamba Leda Utara Minta Maaf soal Bantuan Gempa
Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Agustinus Supratman, menyampaikan permintaan maaf melalui video klarifikasi setelah insiden pengecekan bantuan gempa di posko kecamatan viral.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Supratman, menyampaikan permintaan maaf atas insiden pengecekan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi yang sempat viral di media sosial.
Permintaan maaf itu disampaikan Agustinus melalui sebuah video klarifikasi yang direkam dari Manggarai Timur dan dipublikasikan sekitar Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Agustinus memohon maaf kepada Inspektur III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, BNPB, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta pihak-pihak yang terdampak oleh kejadian dan informasi yang berkembang.
Agustinus menegaskan klarifikasi dan permintaan maaf tersebut ia sampaikan atas inisiatif sendiri.
Ia menjelaskan kembali bahwa persoalan yang muncul berkaitan dengan kondisi bantuan logistik yang saat itu baru tersedia di tingkat kecamatan, sementara bantuan untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan masih dalam proses distribusi.
Insiden di posko Lamba Leda Utara
Insiden yang memicu video viral terjadi di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam video tersebut, Agustinus tampak mempersoalkan jumlah bantuan logistik untuk pengungsi gempa yang diterima posko kecamatan, yang menurutnya tidak sesuai dengan data bantuan yang dilaporkan kepada pihak lain.
Agustinus sebelumnya menyampaikan bahwa bantuan yang tiba di Lamba Leda Utara pada saat itu berupa paket sembako dan logistik non-pangan dengan jumlah terbatas, sementara di kecamatan itu terdapat belasan ribu warga terdampak gempa yang harus dilayani.
Respons BNPB dan distribusi bantuan
Inspektur III BNPB Kombes Pol Deden Nurhidayatullah menyatakan pihaknya menerima permintaan maaf Camat Lamba Leda Utara dengan tulus.
Deden mengajak semua pihak untuk kembali memusatkan perhatian pada penanganan masyarakat yang terdampak gempa, serta menyelesaikan perbedaan persepsi di lapangan melalui komunikasi dan koordinasi.
Menurut Deden dan BNPB, distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan akses menuju sejumlah lokasi.
Bantuan dari BNPB dan berbagai pihak didistribusikan ke beberapa kecamatan terdampak, termasuk Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Timur, dan wilayah lain di Manggarai Timur.
Data posko menunjukkan paket bantuan terus mengalir dan didistribusikan ke pengungsi dan warga terdampak di berbagai desa, meski tidak semua kecamatan menerima bantuan dalam waktu yang sama karena kendala akses dan jarak.
Upaya lanjutan di Manggarai Timur
BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melanjutkan koordinasi untuk mempercepat pemulihan pascagempa dan memperluas jangkauan distribusi bantuan.
Wilayah Lamba Leda Utara dan beberapa kecamatan lain disebut sebagai daerah dengan dampak paling parah, sehingga menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan dan pelayanan pengungsi.
Selain bantuan logistik, BNPB memberikan dukungan operasional berupa sarana pendukung dapur umum, pengolahan air bersih, dan kendaraan untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak.
Seiring berjalannya waktu, jumlah pengungsi di Manggarai Timur dilaporkan mulai berkurang, namun distribusi bantuan tetap dilanjutkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak.
Sumber
- Viva.co.id - Camat Lamba Leda Utara NTT Minta Maaf soal Bantuan Gempa
- Detikcom - Camat di NTT Minta Maaf Usai Marahi BNPB dan Luruskan Soal Bantuan Gempa
- Ekorantt.com - Camat Lamba Leda Utara Murka Soal Bantuan Pengungsi Gempa Flores
- IDN Times NTB - Pengungsi Gempa di Manggarai Timur Berkurang 1.274 Orang
- RRI - BNPB Percepat Pemulihan Pascagempa di Manggarai Timur
Berita berikutnya
Listrik, Jalan, dan Sinyal: Tiga Harapan Pemuda Tenda Ondo
Tiga pemuda Desa Tenda Ondo, Kabupaten Ende, memperbincangkan listrik, jalan, dan sinyal internet sebagai tiga kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya h…

