NTT Hari Ini

Kamis, 22 Oktober 2026

Wabup Lembata Dorong Santri Lewoleba Jadi Pelopor Kerukunan

Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir memimpin peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lewoleba Utara. Ia meminta santri menjaga kerukunan dan menolak intoleransi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah kitab suci bersampul biru dan untaian tasbih hitam di atas meja kayu.
Ilustrasi: Sebuah kitab suci bersampul biru dan untaian tasbih hitam di atas meja kayu. · Foto: GR Stocks / Pexels

Lewoleba — Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di MIN Al Iman SGB Bungsu Lembata, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam amanatnya, Nasir mendorong santri dan generasi muda menjadi pelopor kerukunan. Ia juga meminta mereka menolak intoleransi, menjauhi kekerasan, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang dapat memecah persatuan.

Ia menekankan bahwa kesalehan beragama perlu berjalan bersama kecintaan terhadap tanah air, penghormatan kepada sesama, dan komitmen membangun kehidupan masyarakat yang adil, damai, serta sejahtera.

Nasir juga mengingatkan bahwa santri perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai agama. Pendidikan, menurutnya, harus membentuk kecerdasan sekaligus karakter. Karena itu, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat perlu bekerja sama.

Kerukunan menjadi bagian dari pembangunan Lembata

Pesan tersebut relevan bagi pembaca di Flores dan Lembata karena Lembata memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang beragam. Kerukunan membantu menjaga hubungan antarwarga sekaligus memperkuat pembangunan manusia di daerah.

Dalam kegiatan itu, lembaga pendidikan keagamaan, ulama, guru, dan santri disebut memiliki peran penting dalam penguatan moral, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penanaman nilai kemanusiaan.

Nasir meminta santri terus menuntut ilmu, memperkuat akhlak, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta memelihara persaudaraan dan persatuan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada ulama, pimpinan pondok pesantren, guru, dan tenaga pendidik atas pengabdian mereka.

Upacara tersebut mengangkat tema menguatkan akar tradisi dan menjaga keutuhan negeri. Nasir mengajak seluruh pihak menjadikan semangat Hari Santri sebagai dorongan untuk belajar, bekerja, berkarya, mengabdi, merawat kerukunan, dan membangun masa depan Kabupaten Lembata.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.