DKP NTT Dorong Warga Pesisir Timor Jaga Pantai dari Abrasi
Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur mengajak masyarakat, pemuda, pemerintah, dan komunitas pesisir untuk berkolaborasi menjaga pantai dari abrasi, kerusakan mangrove, dan sampah plastik demi kelestarian ekosistem dan mata…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Atambua — — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak warga pesisir di wilayah Timor dan NTT pada umumnya untuk terlibat aktif menjaga kelestarian pantai dari abrasi, kerusakan mangrove, dan sampah plastik. Ajakan itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Perikanan Budidaya DKP NTT, Muhammad Saleh Garo, dalam wawancara dengan RRI Atambua yang dimuat pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut Muhammad, peran aktif masyarakat menentukan keberhasilan program rehabilitasi ekosistem laut jangka panjang di wilayah pesisir. Ia menekankan bahwa pelestarian pesisir pantai perlu dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap laut sebagai ruang hidup bersama.
Dalam pernyataan kepada RRI, Muhammad menyebut ancaman utama yang dihadapi pesisir NTT meliputi abrasi, kerusakan ekosistem mangrove, dan pencemaran sampah plastik. Ia menilai keterlibatan warga menjadi kunci untuk mengurangi risiko tersebut dan menjaga fungsi pantai bagi ekosistem maupun mata pencaharian masyarakat.
Kolaborasi jaga pesisir
Muhammad menyatakan bahwa pelestarian pesisir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran yang dibutuhkan datang dari masyarakat, pemerintah, pemuda, komunitas, dan unsur lain yang dapat membangun kolaborasi erat untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir menghadapi perubahan iklim global.
Ia mengajak agar upaya menjaga pesisir dimulai dari wilayah yang paling kecil, seperti desa hingga kawasan pantai yang lebih luas. Pendekatan dari tingkat desa ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama warga pesisir.
Dalam laporan RRI, Muhammad menegaskan bahwa laut yang terjaga akan mendukung keberadaan ikan, rumput laut, dan berbagai hasil laut lain yang dapat dimanfaatkan dan dijual masyarakat untuk mendapatkan penghasilan. Ia berharap seluruh masyarakat NTT memiliki kesadaran dan kepedulian menjaga pesisir pantai di wilayah masing-masing.
Mulai dari kebersihan dan ekosistem
Laporan RRI Atambua menggambarkan ajakan DKP NTT sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian pesisir, termasuk ekosistem mangrove di sepanjang pantai. Sampah plastik disebut sebagai ancaman yang dapat menghambat pertumbuhan mangrove dan merusak ekosistem pantai bila tidak dibersihkan.
Sejumlah kegiatan di NTT menunjukkan bahwa kolaborasi warga, komunitas, dan pemerintah dalam aksi bersih pantai dan penanaman mangrove dapat membantu menjaga ekosistem pesisir. Praktik semacam ini sejalan dengan pesan DKP NTT agar masyarakat tidak hanya membersihkan pantai, tetapi juga melindungi unsur-unsur alam di dalamnya.
Penelitian tentang ekosistem pesisir di berbagai daerah Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam konservasi, seperti pembersihan pantai, penanaman pohon, dan pengurangan limbah plastik, berpengaruh pada keberhasilan pengelolaan ekosistem pesisir dan laut. Temuan tersebut mendukung penekanan DKP NTT terhadap pentingnya partisipasi warga pesisir.
Dampak terhadap penghidupan
Menurut Muhammad, menjaga pesisir dan laut berkaitan langsung dengan penghidupan warga. Laut yang sehat disebutnya akan menyediakan ikan, rumput laut, dan hasil laut lain yang bisa dimanfaatkan dan dijual sebagai sumber pendapatan.
Penelitian tentang komunitas pesisir menunjukkan bahwa masyarakat yang terlibat aktif dalam pelestarian habitat laut, pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, dan pengurangan limbah plastik, berperan sebagai agen konservasi sekaligus penerima manfaat ekonomi dari ekosistem yang terjaga.
Melalui ajakan yang disampaikan kepada RRI, DKP NTT ingin mendorong agar kesadaran tersebut hadir di seluruh desa pesisir di NTT. Pesan utama yang diangkat adalah perlunya partisipasi aktif warga bersama pemerintah dan komunitas dalam menjaga pesisir sebagai ekosistem yang menopang kehidupan dan mata pencaharian.
Sumber
Berita berikutnya

PLN Kupang Ingatkan 4 Risiko Instalasi Listrik Rumah Saat Kemarau
Menjelang puncak musim kemarau, PLN ULP Kupang mengimbau warga lebih waspada terhadap instalasi listrik rumah.
Baca juga




