NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Flores Timur Catat Lima Penetapan Darurat Bencana Awal 2026

BPBD Flores Timur menyebut sedikitnya lima penetapan keadaan darurat bencana berlangsung pada awal 2026. Rangkaian status tanggap darurat itu mencakup erupsi Lewotobi, cuaca ekstrem, banjir lahar dingin, konflik sosial, dan gempa bumi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Contains modified Copernicus Sentinel data [2024], processed by Pierre Markuse Mount Lewotobi Volcano, Flores, Indonesia - November 13th, 2024 Image…
Foto arsip: Contains modified Copernicus Sentinel data [2024], processed by Pierre Markuse Mount Lewotobi Volcano, Flores, Indonesia - November 13th, 2024 Image is about 16 kilometer. · Foto: Pierre Markuse / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Flores Timur — Kabupaten Flores Timur mencatat sedikitnya lima penetapan keadaan darurat bencana pada awal 2026, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Aris Tokan, dalam wawancara dengan RRI yang dipublikasikan 10 September 2026.

Aris menyebut lima kondisi darurat yang terjadi pada periode tersebut meliputi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, cuaca ekstrem, banjir lahar dingin, konflik sosial, serta gempa bumi.

Pernyataan itu sejalan dengan pernyataan Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen yang sebelumnya menjelaskan bahwa daerah tersebut masih berada dalam lima status tanggap darurat aktif: erupsi Gunung Lewotobi, banjir lahar dingin, cuaca ekstrem, gempa bumi, dan masalah sosial.

Lima penetapan tanggap darurat

Dalam laporan RRI, Aris Tokan menegaskan bahwa awal 2026 Flores Timur menghadapi situasi kompleks dengan sedikitnya lima penetapan keadaan darurat bencana.

Sejumlah penetapan tersebut dapat ditelusuri melalui keterangan pemerintah daerah dan BPBD, antara lain:

  • Status tanggap darurat bencana alam cuaca ekstrem yang ditetapkan Bupati Flores Timur sejak 11 Desember 2025 sampai 30 April 2026.
  • Status tanggap darurat bencana alam gempa bumi yang berlaku 9 April sampai 8 Juli 2026 berdasarkan keputusan Bupati Flores Timur, sebagaimana disampaikan Sekretaris BPBD Flores Timur, Aris Tokan.
  • Status tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan banjir lahar dingin, yang menurut Bupati Antonius Doni Dihen masih aktif bersama cuaca ekstrem, gempa bumi, dan masalah sosial pada April 2026.
  • Status terkait konflik atau masalah sosial, yang oleh Bupati Flores Timur disebut sebagai salah satu dari lima keadaan tanggap darurat yang masih berlangsung.

Bupati Flores Timur menyebut kondisi ini membuat kabupaten tersebut kerap digambarkan sebagai “kabupaten bencana” karena semua status tanggap darurat masih berjalan dan belum dicabut pada saat pernyataan disampaikan.

Kesiapsiagaan dan peringatan dini

Menurut Aris Tokan, rangkaian penetapan keadaan darurat itu menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah daerah perlu memiliki kesiapan menghadapi lebih dari satu jenis ancaman bencana dalam waktu yang hampir bersamaan.

Ia menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan melalui sistem penanganan bencana, termasuk kemampuan pemerintah dan warga merespons informasi peringatan dini agar risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat ditekan.

Penetapan status tanggap darurat gempa bumi di Flores Timur, misalnya, dilakukan setelah rapat koordinasi pemerintah kabupaten dengan forum komunikasi pimpinan daerah dan berlaku selama empat bulan untuk memastikan penanganan kedaruratan dan pemulihan awal.

Pemerintah daerah juga menetapkan masa tanggap darurat cuaca ekstrem selama hampir lima bulan untuk menangani kerusakan dan gangguan akibat hujan lebat dan angin kencang di wilayah Flores Timur.

Konteks kerawanan bencana

Flores Timur dan sejumlah kabupaten lain di Kepulauan Flores berada pada wilayah yang rawan bencana geologi dan hidrometeorologi.

Buletin Info Bencana BNPB mencatat Flores Timur sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara yang masuk kategori waspada tinggi berdasarkan anomali hujan dan potensi cuaca ekstrem.

Di tingkat provinsi, Pemerintah NTT juga melakukan konsolidasi data dampak gempa Flores 2026 untuk penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan masa tanggap darurat yang diperpanjang di beberapa kabupaten.

Di Flores Timur, rangkaian penetapan keadaan darurat sepanjang awal 2026 menggambarkan upaya pemerintah daerah dan BPBD untuk merespons berbagai ancaman sekaligus, mulai dari erupsi gunung api, banjir lahar dingin, cuaca ekstrem, konflik sosial, hingga gempa bumi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.