Kodim 1603/Sikka Tanam Bakau di Pesisir Reroroja
Kodim 1603/Sikka menanam pohon bakau di pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, pada Rabu, 9 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Maumere — — Kodim 1603/Sikka menanam pohon bakau di kawasan pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, pada Rabu, 9 September 2026, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2026.
Kegiatan di pesisir Reroroja dipimpin Kepala Staf Kodim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani. Penanaman melibatkan personel Kodim 1603/Sikka, Lanal Maumere, Basarnas, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Dim 1603/Sikka, serta masyarakat Desa Reroroja.
Menurut laporan media lokal, penanaman bakau ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TNI di Sikka untuk menjaga kelestarian pesisir pantai Reroroja dan mendukung ekosistem pesisir yang selama ini berkembang di kawasan tersebut. Kegiatan mengusung tema HUT ke-81 TNI Tahun 2026, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.”
Rangkaian kegiatan dan peran pihak terkait
Kasdim 1603/Sikka Mayor Dominggus Melianus Atamani menyampaikan bahwa penanaman bakau merupakan wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan pesisir dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk menjaga tanaman yang telah ditanam agar memberikan manfaat jangka panjang bagi pesisir Reroroja.
Media yang sama melaporkan, masyarakat Desa Reroroja ikut serta bersama personel TNI, Lanal Maumere, Basarnas, dan Persit dalam penanaman di lokasi yang selama ini dikenal sebagai kawasan mangrove di pesisir utara Kabupaten Sikka. Pesisir Reroroja telah menjadi salah satu titik penanaman dan pelestarian mangrove oleh berbagai kelompok masyarakat dan lembaga sejak beberapa tahun terakhir.
Dalam beberapa program sebelumnya, Desa Reroroja tercatat sebagai lokasi rehabilitasi mangrove melalui program padat karya penanaman bakau yang melibatkan kelompok masyarakat Pantai Lestari. Kawasan pesisir desa ini dikembangkan sebagai hutan mangrove yang menjadi pelindung alami garis pantai dan ruang hidup bagi berbagai biota pesisir.
Fungsi bakau bagi pesisir Reroroja
Menurut pemberitaan tentang kegiatan di Reroroja dan program rehabilitasi mangrove di Sikka, pohon bakau berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan erosi serta membantu meredam dampak gelombang tinggi. Sistem perakaran mangrove menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai biota perairan seperti ikan, udang, kepiting, dan kerang.
Selain itu, kawasan mangrove di pesisir utara Desa Reroroja dilaporkan menjadi habitat bagi beragam satwa dan menjadi penyangga bagi aktivitas masyarakat pesisir. Penanaman bakau oleh Kodim 1603/Sikka menambah upaya perlindungan pesisir yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok masyarakat dan instansi lain di wilayah tersebut.
Kasdim 1603/Sikka mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat bibit bakau yang telah ditanam sehingga dapat tumbuh dan memperkuat ekosistem pesisir. Ia menyatakan bahwa keberhasilan penanaman bergantung pada pemeliharaan berkelanjutan dan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan warga.
Konteks peringatan HUT ke-81 TNI
Penanaman bakau di Reroroja merupakan bagian dari aksi nyata TNI di daerah dalam menyongsong HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Di sejumlah wilayah lain di Indonesia, jajaran TNI juga menggelar penanaman mangrove dan kegiatan lingkungan serupa dengan tema yang sama.
Di Kabupaten Sikka sendiri, rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI juga mencakup aksi bersih pantai bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat di lokasi pesisir lain pada pertengahan September 2026. Seluruh kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat dan mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir di daerah.
Sumber
Berita berikutnya

DPRD Mabar Minta Rehabilitasi Pasar Batu Cermin Labuan Bajo
Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat Sewargading S. J. Putera menilai kondisi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo memprihatinkan.
Baca juga


