Jokowi Tinjau Pelabuhan Tenau Kupang 21 Agustus 2019
Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Tenau, Kupang, pada Rabu, 21 Agustus 2019.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 21 Agustus 2019, dalam rangkaian kunjungan kerja di daerah itu.
Menurut dokumentasi resmi di situs Presiden Republik Indonesia, peninjauan Pelabuhan Tenau mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Jokowi di Nusa Tenggara Timur pada hari tersebut.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia mencatat kegiatan itu sebagai peninjauan Pelabuhan Tenau Peti Kemas pada 21 Agustus 2019 di Pelabuhan Tenau, Kabupaten Kupang.
Dalam keterangan Sekretariat Kabinet, Presiden menyampaikan bahwa kapasitas Pelabuhan Tenau masih dapat dimanfaatkan lebih jauh.
Ia menyebut pelabuhan itu memiliki kapasitas sekitar 240 ribu TEUs per tahun, dengan pemanfaatan sekitar 110 ribu TEUs per tahun.
Menurut Presiden, angka tersebut menunjukkan masih ada ruang pengembangan untuk pelayanan peti kemas di Pelabuhan Tenau.
Rangkaian kunjungan kerja di NTT
Peninjauan Pelabuhan Tenau merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden di Nusa Tenggara Timur pada 21 Agustus 2019.
Dokumentasi di situs resmi Presiden mencatat pada hari yang sama Jokowi meninjau tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Dalam kunjungan ke tambak garam itu, Presiden didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, serta Staf Khusus Presiden Gregorius Gories Mere.
Laporan media nasional menyebut kunjungan kerja tersebut menjadi kunjungan kesepuluh Jokowi ke NTT dan difokuskan antara lain untuk memastikan program produksi garam di wilayah itu berjalan.
Media lokal di NTT kemudian merangkum bahwa Presiden melakukan panen perdana garam di Desa Nunkurus pada 21 Agustus 2019, dengan pesan agar program garam di NTT dimulai dan dikembangkan sebagai bagian pemenuhan kebutuhan garam nasional.
Peninjauan kapal ternak
Kementerian Perhubungan mencatat bahwa jelang kunjungan Presiden ke Pelabuhan Tenau, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana di pelabuhan itu pada 21 Agustus 2019.
Kementerian menyebut Presiden dijadwalkan meninjau pergerakan dan perkembangan program tol laut di kawasan timur Indonesia, termasuk mengecek kapal ternak, kapal perintis, dan layanan tol laut di Pelabuhan Tenau.
Dalam pemberitaan sektor pertanian, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, menjelaskan bahwa pada Rabu, 21 Agustus, Presiden meninjau kapal ternak Camara Nusantara 3 dan ikut menaiki kapal untuk melihat langsung proses muat sapi di kapal tersebut.
Majalah internal Pelindo III menggambarkan secara rinci peninjauan Presiden ke Pelabuhan Tenau pada 21 Agustus.
Dalam laporan itu disebut Presiden didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo, serta jajaran direksi Pelindo III.
Presiden dan rombongan memantau aktivitas bongkar muat peti kemas di kapal Marina Star 1 dan loading ratusan ekor sapi ke kapal ternak Camara Nusantara 3.
Konteks Pelabuhan Tenau
Pelabuhan Tenau merupakan pelabuhan peti kemas di Kota Kupang yang menjadi salah satu simpul distribusi barang dan komoditas di kawasan timur Indonesia.
Dalam dokumentasi Pelindo III, pelabuhan tersebut pada saat kunjungan Presiden dikelola oleh perusahaan itu dan digunakan untuk pelayanan peti kemas, kapal ternak, kapal perintis, dan layanan tol laut.
Pernyataan Presiden yang terekam dalam keterangan Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa kapasitas Pelabuhan Tenau memberikan ruang pengembangan untuk mendukung arus logistik di Kupang dan sekitarnya.
Sumber
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…
Baca juga


