Kemenkes: 25.017 Kasus ISPA pada Penyintas Gempa NTT
ISPA tercatat sebagai keluhan kesehatan terbanyak pada penyintas gempa bumi NTT.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Kesehatan menyatakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan terbanyak pada penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, dengan total 25.017 kasus yang tercatat dalam periode 15 Agustus hingga 9 September 2026 di tujuh kabupaten di Pulau Flores, menurut Juru Bicara Kemenkes Widyawati dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta pada 10 September 2026.
Kasus ISPA dilaporkan di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Ende, Ngada, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Menurut pemaparan Widyawati, dua keluhan lain yang banyak ditemukan adalah dermatitis dan diare, masing-masing 1.573 dan 1.512 kasus dalam periode yang sama.
Persebaran kasus dan dampak gempa
Media Indonesia dan Bloomberg Technoz merangkum pernyataan Widyawati bahwa data kasus penyakit dampak gempa NTT menunjukkan ISPA sebagai laporan tertinggi, diikuti dermatitis dan diare.
Databoks Katadata dan Akurat.co menyebutkan data tersebut merupakan akumulasi pelayanan kesehatan di tujuh kabupaten Flores sejak 15 Agustus hingga 9 September 2026.
BNPB dalam sejumlah keterangan resmi yang dikutip berbagai media melaporkan gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 mengakibatkan 135 orang meninggal dunia, terdiri atas 48 korban terdampak langsung dan 87 korban terdampak tidak langsung.
Data BNPB yang dikutip Detik.com menyebut total 60.572 warga mengungsi, sedangkan RRI mencatat pada 7 September 2026 masih terdapat 72.864 jiwa di lokasi pengungsian.
Penanganan kesehatan dan mobilisasi relawan
Untuk menopang layanan kesehatan di wilayah terdampak, Kemenkes memobilisasi 868 relawan kesehatan ke Flores.
Menurut Widyawati, dari jumlah tersebut, 366 relawan berasal dari Kemenkes dan diberangkatkan dalam dua tahap: 206 orang pada 24 Agustus 2026 dan 160 orang pada 7 September 2026.
Sisanya berasal dari organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah daerah.
Bloomberg Technoz dan VIVA merinci bahwa relawan tersebut diperbantukan di seluruh kabupaten terdampak untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dan penanganan keluhan penyakit di lokasi pengungsian.
Fasilitas kesehatan dan rumah sakit lapangan
Kemenkes melaporkan kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak sehingga sebagian layanan harus dipindahkan ke luar gedung.
Dalam siaran pers resmi, Kemenkes menyebut telah mendirikan dua rumah sakit lapangan berbasis tenda udara di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dan di kawasan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, guna memastikan korban luka berat mendapat tindakan operasi yang aman dari gempa susulan.
Siaran pers tersebut juga menjelaskan penguatan kapasitas rumah sakit dan puskesmas melalui pengiriman tenaga kesehatan dari pusat dan relawan tambahan.
Di luar dua rumah sakit lapangan tersebut, Widyawati dalam konferensi pers 10 September 2026 yang dikutip VIVA dan Bloomberg Technoz menyatakan Kemenkes menyiapkan 10 tenda rumah sakit lapangan, lima unit konsentrator oksigen, delapan emergency kit, 16.000 masker, 17.600 pasang sarung tangan, serta 444 paket pemberian makanan tambahan.
ISPA sebagai keluhan dominan
InfoPublik dan Akurat.co mencatat penjelasan Widyawati bahwa ISPA menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di wilayah terdampak gempa NTT, melampaui penyakit lain seperti hipertensi dan keluhan kulit.
Dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Widyawati menyebut laporan tertinggi adalah kasus ISPA sebanyak 25.017 kasus, disusul dermatitis 1.573 kasus dan diare 1.512 kasus.
Kemenkes menegaskan pemantauan kesehatan di lokasi pengungsian terus dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus ISPA dan penyakit lain, melalui relawan kesehatan dan dukungan logistik yang dikirim ke tujuh kabupaten terdampak.
Sumber
Berita berikutnya
Abu Ile Lewotolok Cemari Sumur 26 Desa di Lembata
Abu vulkanik erupsi Gunung Ile Lewotolok mencemari sumur dangkal dan bak penampungan air hujan di 26 desa Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Lembata…
Baca juga


