Polda NTT dan Polres TTS Salurkan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan
Polda NTT dan Polres Timor Tengah Selatan beberapa kali menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan pada Agustus–September 2026, dengan mengerahkan armada tangki air sebagai bagian dari aksi kemanusiaan Polri di…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur bersama Polres Timor Tengah Selatan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten TTS pada pertengahan September 2026, sebagai bagian dari aksi kemanusiaan Polri di wilayah yang mengalami krisis air.
Penyaluran air bersih oleh jajaran kepolisian di TTS tercatat dilakukan di beberapa titik selama September 2026. Menurut laporan media lokal, bantuan air bersih disalurkan antara lain ke Desa Noinbila di Kecamatan Mollo Selatan dan Desa Pusu di Kecamatan Amanuban Barat yang mengalami kesulitan akses air bersih pada musim kemarau.
Di Desa Noinbila, aparat Polres TTS menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Distribusi dilakukan ke Dusun 1 dan Dusun 2 sebagai bagian dari aksi kemanusiaan bertajuk Polda NTT – Polres TTS Berbagi. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polres TTS, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa setempat.
Penyaluran air bersih itu disebut sebagai bagian dari program berkelanjutan Polri Peduli dan bantuan sosial kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Kepolisian menyatakan kegiatan ini digelar untuk meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Selain di Noinbila, Polda NTT dan Polres TTS juga tercatat menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah lain di Kabupaten TTS pada Agustus dan September 2026. Di Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, bantuan air bersih disalurkan kepada warga RT 007/RW 002 yang terdampak kekeringan. Penyaluran di Pusu dilakukan menggunakan kendaraan taktis pembawa air dan melibatkan personel Polres TTS.
Dalam berbagai kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut, kepolisian di tingkat daerah dan polres menekankan bahwa aksi kemanusiaan menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa bantuan air bersih dan dukungan sarana air merupakan bagian dari komitmen Polri untuk membantu warga dalam situasi sulit, termasuk kekeringan dan bencana.
Kepolisian juga mengaitkan kegiatan bantuan air bersih dengan momentum peringatan hari-hari besar institusi, seperti Hari Bhayangkara dan peringatan hari lalu lintas. Di sejumlah kegiatan, penyaluran air bersih dilakukan bersamaan dengan pembagian bantuan sosial lain, sebagai rangkaian bakti sosial dalam memperingati hari-hari tersebut.
Di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, jajaran kepolisian juga tercatat menyalurkan bantuan air bersih ke daerah yang mengalami krisis air. Polres di kabupaten tetangga menyalurkan puluhan ribu liter air bersih menggunakan truk tangki ke desa-desa yang mengalami kekeringan berkepanjangan. Polri menyebut langkah itu sebagai upaya membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih dan menjaga kesehatan masyarakat dalam kondisi musim kering.
Rangkaian penyaluran air bersih oleh Polda NTT dan polres-polres di kabupaten menunjukkan pola respons institusi kepolisian terhadap persoalan kekeringan di berbagai wilayah. Meski rincian jumlah penerima dan jadwal penyaluran berikutnya tidak selalu dijelaskan secara terperinci, kepolisian menyatakan bantuan air bersih akan dilanjutkan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan di daerah yang terdampak kekeringan.
Sumber
Berita berikutnya

10 Pejabat Ikuti Seleksi Sekda dan Inspektur Belu
Sebanyak 10 pejabat pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Belu mengikuti seleksi terbuka JPT Pratama untuk mengisi jabatan Sekretaris Daerah da…
Baca juga


