DPRD Mabar Minta Rehabilitasi Pasar Batu Cermin Labuan Bajo
Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat Sewargading S. J. Putera menilai kondisi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo memprihatinkan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — DPRD Manggarai Barat mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera merehabilitasi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dorongan itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat Sewargading S. J. Putera setelah menanggapi kondisi fisik pasar yang dinilai memprihatinkan, termasuk pada petak penjualan pakaian.
Sewargading menyampaikan pandangan tersebut kepada FloresPos.net di Labuan Bajo pada 8 September 2026. Saat itu ia didampingi anggota DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar.
Menurut pemberitaan FloresPos.net, DPRD Manggarai Barat akan membahas kondisi Pasar Batu Cermin bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Pembahasan itu mencakup kebutuhan anggaran rehabilitasi dan pengaturan biaya sewa lapak maupun petak penjualan pakaian.
“Kita punya komitmen untuk menciptakan rasa aman dan nyaman buat penjual dan pembeli, terhindar dari debu dan lainnya,” kata Sewargading, seperti dikutip FloresPos.net.
Ia menyatakan pengaturan biaya sewa perlu memperhatikan kepentingan pedagang dan pemerintah daerah. Dalam pemberitaan tersebut, biaya sewa dikaitkan dengan upaya meningkatkan pendapatan asli daerah Manggarai Barat.
Keluhan pedagang dan kondisi perdagangan
Sebelumnya, FloresPos.net melaporkan keluhan pedagang mengenai mahalnya sewa petak di Pasar Batu Cermin. Media tersebut juga memberitakan omzet pedagang pakaian turun tajam serta sejumlah pedagang diduga bangkrut dan meninggalkan pasar.
Floresa.co dalam liputannya pada 2018 menggambarkan persoalan lama di Pasar Batu Cermin, termasuk penertiban lapak oleh Satpol PP, kewajiban retribusi bagi pedagang, dan keberatan pedagang atas pengelolaan pasar. Laporan itu menunjukkan pengelolaan dan penataan pasar menjadi sumber ketegangan antara pedagang dan pemerintah.
FloresPos.net menyebut penurunan omzet pedagang pakaian di Pasar Batu Cermin dapat berkaitan dengan melemahnya daya beli atau persaingan dengan barang yang dijual secara daring. Sewargading menilai berbagai kemungkinan itu dapat terjadi sebagai bagian dari dinamika pasar.
FloresPos.net tidak merinci besaran penurunan omzet, jumlah pedagang yang meninggalkan pasar, maupun nilai sewa lapak dan petak pakaian. Belum ada pula keterangan rinci dalam pemberitaan tersebut mengenai hasil pemeriksaan teknis bangunan, nilai kebutuhan rehabilitasi, atau jadwal pelaksanaan perbaikan.
Sewargading berpandangan Pasar Batu Cermin belum perlu dibongkar untuk pembangunan rumah toko atau bentuk bangunan lain apabila perubahan tersebut hanya dilakukan dalam waktu singkat oleh pemerintah daerah. Ia menekankan perlunya perbaikan yang menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi penjual serta pembeli.
Konteks Pasar Batu Cermin
Pasar Batu Cermin merupakan pasar harian di dalam Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang melayani kebutuhan masyarakat dan menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi lokal.
FloresPos.net pada 10 Maret 2026 memberitakan pedagang di Pasar Batu Cermin mengeluh omzet turun tajam karena sepi pembeli saat hujan berkepanjangan, dengan konsumen jarang berbelanja. Dalam konteks itu, dorongan DPRD agar pasar direhabilitasi dan pengaturan sewa ditinjau kembali terkait dengan upaya memperbaiki kenyamanan dan mendukung kegiatan perdagangan di Labuan Bajo.
Sumber
Berita berikutnya

Warga Manggarai Bisa Usulkan Bansos Lewat SI-PEKA SOSIAL
Warga Kabupaten Manggarai dapat mengusulkan keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan melalui layanan daring SI-PEKA SOSIAL di bawah Dinas Sos…
Baca juga





