Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur: Contoh, Asal, dan Maknanya
Lagu daerah Nusa Tenggara Timur mencerminkan keragaman komunitas di provinsi kepulauan. Berikut contoh judul, asal wilayah yang dapat ditelusuri, serta nilai budaya yang dikandungnya.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Lagu daerah Nusa Tenggara Timur bukan satu lagu tunggal, melainkan kumpulan karya yang mewakili beragam wilayah dan tradisi di provinsi kepulauan ini. Daftar yang beredar mencantumkan antara lain “Anak Kambing Saya”, “Bolelebo”, “Desaku”, “Lerang Wutun”, “O Nina Noi”, dan “Orere”, tetapi pengelompokan asal serta maknanya perlu dibaca berdasarkan sumber budaya masing-masing.
Apa saja contoh lagu daerah Nusa Tenggara Timur?
Daftar rujukan budaya populer memuat “Anak Kambing Saya”, “Bolelebo”, “Desaku”, “Lerang Wutun”, “O Nina Noi”, “Orere”, “Potong Bebek Angsa”, “Mana Lolo Banda”, “Putar-putar Kopi”, dan “Pai Mura Rame” sebagai lagu daerah Nusa Tenggara Timur. Daftar itu juga memuat pengulangan “Lerang Wutun”, sehingga pembaca sebaiknya tidak menganggap setiap entri sebagai judul yang berbeda, menurut materi budaya yang terbit pada 2026.
Apakah semua lagu itu berasal dari tempat yang sama?
Tidak. Nusa Tenggara Timur mencakup Flores, Sumba, Timor, Rote, Alor, dan pulau-pulau lain, sehingga lagu daerahnya berkaitan dengan komunitas serta bahasa lokal yang beragam. Contohnya, laman Budaya Indonesia mengidentifikasi “Oras Loro Malirin” sebagai lagu daerah Belu, sementara kajian Universitas Sebelas Maret membahas lagu tradisional Rote Ndao secara khusus.
Apa makna yang dibawa lagu-lagu tersebut?
Kajian tentang lagu tradisional Rote Ndao menyimpulkan adanya nilai gotong royong, penghormatan terhadap lingkungan, kesetiaan kepada komunitas, dan kearifan ekologis. Nilai itu dinilai selaras dengan pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila, menurut artikel ilmiah Universitas Sebelas Maret yang diperbarui pada 2026.
Penelitian lain tentang lagu daerah Nusa Tenggara Timur menyebut “Bolelebo”, “Lerang Wutun”, “Ie Ie”, dan “Kuku Manu” memuat pesan kerja sama, kasih keluarga, serta kebanggaan terhadap daerah asal. Penelitian tersebut juga menyatakan lagu daerah dapat digunakan sebagai bahan ajar Seni Budaya untuk siswa kelas VIII.
Mengapa lirik dan asal wilayah perlu diperiksa?
“Oras Loro Malirin” menunjukkan bahwa satu lagu dapat membawa gambaran kehidupan lokal yang spesifik. Laman Budaya Indonesia mencatat terjemahan liriknya berkisar pada perpisahan, perjalanan laut dan gunung, serta harapan untuk kembali; halaman itu mencantumkan Oktovianus Mau sebagai pengunggah atau penyunting pada 31 Juli 2024.
Karena itu, daftar judul umum belum cukup untuk menjelaskan identitas sebuah lagu. Asal komunitas, bahasa, konteks pertunjukan, dan makna lirik menjadi bagian dari penjelasan yang membedakan lagu dari Belu, Rote Ndao, Flores, Timor, Sumba, dan wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
BPBD Belu Salurkan Air Bersih ke Warga Atambua Selatan
BPBD Belu menyalurkan air bersih ke Nufuak dan Asuulun, Fatukbot, setelah kemarau panjang. Delapan kecamatan telah mengirim data awal kebutuhan bantua…
Terbaru di Headline NTT

Berita utama hari ini

Baca juga





