Lava Ili Lewotolok Masuk Kawasan Rumah Adat Lewohala
Aliran lava Gunung Ili Lewotolok di Lembata pada 8 September 2026 memasuki kawasan rumah adat Lewohala dan kebun warga di Desa Jontona.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Lewoleba — Aliran lava Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bergerak mendekati rumah adat Lewohala dan kebun warga di Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape, pada Selasa, 8 September 2026. Menurut laporan media lokal yang mengutip Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, aliran lava sudah memasuki kawasan kampung adat Lewohala dan mengikuti alur kebun warga di Jontona.
Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok mencatat aktivitas erupsi yang disertai lontaran material pijar ke sektor tenggara sekitar 200 meter dari bibir kawah pada periode pengamatan 8 September. Dalam beberapa hari sebelumnya, endapan lava di sektor timur laut telah mencapai sekitar 1.100 meter dari bibir kawah, sedangkan endapan lava di sektor selatan–tenggara sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.
Media yang mengutip laporan petugas pos pengamatan menyebut aktivitas erupsi disertai dentuman berulang yang terdengar kuat dari kawasan kaki gunung. Warga di beberapa desa di lereng Ili Lewotolok terdampak hujan abu dan pasir, dengan permukiman dan lahan pertanian tertutup material vulkanik tipis.
Erupsi 8 September dan Radius Bahaya
Gunung Ili Lewotolok kembali erupsi pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 06.35 WITA. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dirangkum dalam aplikasi MAGMA Indonesia dan dikutip sejumlah media menyebut tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak atau 2.223 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu, tebal, dan bergerak ke arah barat.
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok pada Status Level II atau Waspada. Dalam rekomendasi resmi, warga di sekitar gunung, pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung. Untuk sektor selatan–tenggara, zona berbahaya diperluas hingga radius tiga kilometer dari pusat erupsi.
Laporan harian aktivitas vulkanik mencatat pada 8 September 2026 terdapat ratusan gempa letusan dalam satu hari pengamatan, yang merekam energi erupsi berulang. Sehari sebelumnya dan sesudahnya, kolom abu erupsi juga tercatat berada pada ketinggian 500–700 meter di atas puncak, menunjukkan fase erupsi yang masih aktif.
Dampak terhadap Penerbangan
Aktivitas erupsi pada awal September berdampak langsung terhadap penerbangan di Lembata. Bandara Wunopito di Lewoleba ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Ili Lewotolok yang mengarah ke ruang udara bandara.
AirNav Indonesia, melalui pemberitahuan aeronautika Notice to Airmen (NOTAM) C1134/26 yang merevisi NOTAM C1106/26, menetapkan Bandara Wunopito (kode WATW) berstatus ditutup (closed) mulai 8 September 2026 pukul 07.01 WIB hingga perkiraan 9 September 2026 pukul 06.00 WIB. Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan karena kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak gunung bergerak ke arah barat dan dinilai membahayakan mesin pesawat.
Penutupan sementara ini berdampak pada seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Lewoleba. Sejumlah laporan media ekonomi dan transportasi mencatat bahwa AirNav Indonesia kemudian memperbarui NOTAM dan memperpanjang status penutupan Bandara Wunopito hingga 10 September 2026, seiring masih adanya potensi sebaran abu di jalur penerbangan.
PVMBG mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi di sektor transportasi dan pelayanan publik, mengikuti perkembangan aktivitas Ili Lewotolok yang masih berada pada Level II. Warga di sekitar kaki gunung diminta tetap waspada terhadap potensi hujan abu, guguran lava, dan gas vulkanik, serta mengikuti arahan pos pengamatan gunung api dan pemerintah daerah.
Sumber
- Pos Kupang - Lava Gunung Ili Lewotolok Mendekat Rumah Adat Lewohala dan Kebun Warga
- Metro TV News - Update Erupsi Gunung Ile Lewotolok di NTT: 397 Letusan Sehari
- Katadata Databoks - Warning! Mount Ili Lewotolok Erupted Again This Morning (Tuesday 8 September 2026)
- Media Indonesia - Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 800 Meter
- Viva - Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotolok Menyebar, Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara
- CNBC Indonesia - Bandara Wunopito Ditutup Efek Abu Vulkanik Gunung Lewotolok
Berita berikutnya
Erupsi Lewotolok Batalkan Penerbangan Kupang-Larantuka dan Kupang-Lewoleba
Sejumlah penerbangan dari Kupang ke Larantuka dan Lewoleba dibatalkan pada 8 September 2026 setelah erupsi Gunung Lewotolok. Wings Air menyebut empat…

