Mediasi Dinkes Sikka Akhiri Keributan di IGD RSUD TC Hillers
Keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di ruang IGD RSUD TC Hillers Maumere pada 30 Agustus 2026 berakhir dengan perdamaian melalui mediasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka pada Jumat, 11 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Maumere — Keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD TC Hillers Maumere pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, berakhir melalui mediasi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka pada Jumat, 11 September 2026.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, saling memaafkan, dan tidak melanjutkan rencana membawa kasus ini ke ranah hukum, menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus.
Mediasi digelar di aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan dipimpin langsung oleh Petrus Herlemus selaku Kepala Dinas Kesehatan. Pertemuan itu dihadiri perwakilan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD RSUD TC Hillers dan keluarga pasien yang terlibat dalam keributan.
Awal keributan di ruang IGD
Menurut penjelasan Petrus Herlemus yang dikutip media, keributan bermula ketika seorang pasien diantar keluarganya ke ruang IGD RSUD TC Hillers pada 30 Agustus 2026 malam. Tenaga kesehatan kemudian melakukan tindakan pelayanan medis kepada pasien tersebut.
Dalam proses pelayanan, keluarga pasien diduga merasa ada bagian layanan yang tidak sesuai harapan. Keluarga pasien lalu melontarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas kepada tenaga kesehatan, hingga memicu ketegangan di ruang IGD.
Keributan itu menimbulkan keberatan dari tenaga kesehatan yang merasa dilecehkan secara verbal. Direktur RSUD TC Hillers kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan meminta bantuan untuk memediasi konflik antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien.
Langkah mediasi Dinas Kesehatan Sikka
Menurut Petrus Herlemus, ia terlebih dahulu memanggil tenaga kesehatan yang terlibat untuk meminta keterangan dan mendengar tuntutan mereka terkait penyelesaian masalah. Setelah itu, Petrus mempertemukan tenaga kesehatan dengan keluarga pasien dalam forum mediasi di aula Dinas Kesehatan Sikka.
Pihak keluarga pasien hadir bersama ayah dan anggota keluarga lainnya. Dalam pertemuan tersebut, keluarga pasien menyampaikan pengakuan atas kesalahan dan menyatakan permohonan maaf secara terbuka di hadapan tenaga kesehatan, Direktur RSUD TC Hillers, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.
Keluarga pasien juga menyampaikan permintaan agar persoalan yang terjadi tidak dilanjutkan ke proses hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan. Tenaga kesehatan menerima permohonan maaf tersebut dan menyatakan sepakat mengakhiri persoalan lewat perdamaian.
Melalui mediasi ini, kedua pihak dinyatakan berdamai, saling memaafkan, dan bersalaman. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri rencana membawa kasus keributan di IGD RSUD TC Hillers ke jalur hukum.
Pertemuan rumah sakit dan proses penyelesaian
Sebelum mediasi di Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit sempat menggelar pertemuan dengan keluarga pasien untuk meredakan ketegangan. Namun, menurut penjelasan Petrus Herlemus yang dikutip media, pertemuan internal rumah sakit itu belum memenuhi unsur mediasi karena tidak menghadirkan tenaga kesehatan yang merasa menjadi korban pelecehan verbal.
Tenaga kesehatan kemudian menyampaikan ketidakpuasan atas pertemuan sebelumnya kepada Direktur RSUD TC Hillers dan melaporkan kejadian tersebut. Laporan dari tenaga kesehatan dan pihak rumah sakit itulah yang menjadi dasar pelaksanaan mediasi resmi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka pada 11 September 2026.
Melalui mediasi yang dihadiri kedua pihak, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menegaskan penyelesaian secara kekeluargaan sebagai pilihan bersama setelah semua pihak menyampaikan kronologi dan keberatan masing-masing.
Sumber
Berita berikutnya

Sikka Pulih, Nelayan Kembali Melaut Setelah Gempa 15 Agustus 2026
Aktivitas perikanan Sikka mulai pulih setelah gempa 15 Agustus 2026. Nelayan kembali melaut, dan tuna serta cakalang kembali dipasok ke perusahaan pen…
Baca juga


