NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

BNPB Soroti Gudang BPBD NTT Kosong, Bantuan Rp20 Miliar Sudah Disalurkan

Kepala BNPB Suharyanto menilai gudang logistik BPBD di wilayah terdampak gempa Flores kosong pada fase awal sehingga bantuan dasar terlambat diberikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyoroti kesiapan logistik pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat gempa bumi mengguncang Flores pada pertengahan Agustus 2026. Ia menyebut gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak tidak memiliki stok yang memadai sehingga bantuan dasar terlambat diberikan kepada warga.

Dalam rapat penanganan gempa dan pemulihan wilayah terdampak yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Gempa Bumi di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026, Suharyanto melaporkan bahwa gudang-gudang logistik BPBD di daerah terdampak berada dalam kondisi kosong pada awal bencana.

Menurut penjelasan Suharyanto yang dikutip sejumlah media, ketiadaan stok tersebut membuat pemerintah daerah kesulitan menyalurkan bantuan segera berupa makanan, sembako, tenda, dan matras kepada masyarakat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BPBD dinilai lemah dalam stok awal

Suharyanto menyatakan BPBD seharusnya dapat menyediakan bantuan dasar pada fase awal sebelum dukungan BNPB dan pemerintah pusat tiba. Ia menilai lemahnya stok logistik di daerah menyebabkan respons awal lambat dan menyulitkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Dalam keterangannya, Suharyanto menjelaskan bahwa struktur kelembagaan juga menjadi tantangan. BNPB berada langsung di bawah Presiden, sementara BPBD adalah perangkat daerah di bawah gubernur dan bupati atau wali kota. Menurut dia, posisi BPBD yang tidak sekuat lembaga pusat membuat pemerintah daerah terbatas dalam pengadaan logistik darurat.

Suharyanto mengusulkan agar setiap provinsi dan kabupaten/kota memiliki gudang logistik khusus bencana dengan stok penyangga yang bisa segera digunakan saat terjadi gempa atau bencana lain. Ia memperkirakan kebutuhan stok dasar per daerah berkisar antara Rp5 miliar sampai Rp10 miliar, mencakup bahan pangan, makanan siap saji, tenda, dan matras.

Bantuan Rp20 miliar per kabupaten terdampak

Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Nagekeo memastikan bahwa bantuan dana sebesar Rp20 miliar untuk tiap kabupaten terdampak gempa di NTT telah disalurkan dan masuk ke kas pemerintah daerah. Dana itu merupakan bagian dari paket bantuan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan gempa di Flores, terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores.

Delapan kabupaten tersebut adalah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur. Kepala BNPB Suharyanto menegaskan dana Rp20 miliar per kabupaten tersebut hanya boleh digunakan untuk penanganan bencana dan dilarang dialokasikan untuk keperluan lain.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo di Nagekeo menjelaskan bahwa seluruh kabupaten di Pulau Flores telah menerima dukungan Rp20 miliar. Pemerintah provinsi juga mendapatkan Rp40 miliar untuk memperkuat penanganan masyarakat terdampak, termasuk mendukung kebutuhan pengungsi dan pemulihan sarana yang rusak.

Rencana gudang logistik di tiap daerah

Menanggapi usulan BNPB, Presiden Prabowo menyetujui rencana pemerintah pusat membantu setiap provinsi dan kabupaten/kota memiliki gudang logistik bencana dan persediaan makanan untuk keadaan darurat. Kebijakan ini diarahkan agar gubernur dan bupati memiliki stok yang dapat langsung digunakan tanpa menunggu bantuan lanjutan dari pusat ketika terjadi bencana.

Presiden menyampaikan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan gudang dan stok pangan di daerah akan menjadi bagian dari pembenahan sistem kesiapsiagaan bencana. Dengan adanya gudang logistik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah berharap respons awal terhadap gempa dan bencana lain di NTT dan wilayah lain dapat berlangsung lebih cepat.

Rapat di Nagekeo juga membahas perkembangan penanganan korban dan kerusakan akibat gempa Flores, termasuk jumlah warga meninggal, luka, mengungsi, dan rumah rusak. Data tersebut disampaikan BNPB kepada Presiden sebagai bagian dari evaluasi penanganan dan dasar penyusunan kebijakan lanjutan, mulai dari bantuan sosial hingga pemulihan hunian warga terdampak.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.