Mengapa Gempa Flores Menahan Proyeksi Ekonomi NTT 2026–2027
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi NTT 2026–2027 tetap tumbuh, tetapi gempa Flores dapat menekan laju pemulihan dan sektor produktif daerah.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur memproyeksikan ekonomi NTT pada 2026–2027 tetap tumbuh, tetapi pemulihan pascagempa Flores dapat menahan lajunya. Kisaran proyeksi yang diberitakan adalah 3,9–5,9 persen untuk 2026 dan 4,06–6,06 persen untuk 2027.
Proyeksi itu muncul ketika ekonomi NTT pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,32 persen pada triwulan sebelumnya. Gempa Flores dan kontraksi produksi padi disebut menjadi tekanan terhadap kinerja ekonomi daerah.
Di Flores dan Lembata, dampak pemulihan menjadi perhatian karena kerusakan serta gangguan distribusi dapat memengaruhi kegiatan usaha. Konstruksi, perdagangan, pertanian, pemerintahan, dan pariwisata menjadi sektor yang memengaruhi dinamika ekonomi. Pemulihan infrastruktur, pertanian, dan perikanan juga disebut sebagai faktor penting untuk menjaga pertumbuhan.
Pemulihan Flores menentukan daya tahan ekonomi kepulauan
Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, proyeksi ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi tiap pulau tidak dapat dibaca sebagai satu angka yang seragam. Gangguan di Flores dapat memengaruhi jalur pasok, pasar, bahan pangan, dan arus wisata, sementara aktivitas konstruksi dan perdagangan dapat menjadi penggerak pemulihan.
Di Timor, Sumba, Sabu, Rote, dan Alor, perkembangan sektor pertanian, perdagangan, pemerintahan, serta pariwisata tetap menjadi konteks penting untuk membaca dampak regional. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci proyeksi pertumbuhan menurut kabupaten atau pulau. Karena itu, angka 3,9–5,9 persen tidak boleh dianggap sebagai pertumbuhan yang sama di seluruh wilayah.
Perbedaan rentang menunjukkan bahwa proyeksi bergantung pada waktu penyusunan dan asumsi yang digunakan. Pemerintah Provinsi NTT menyebut percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan, jembatan, serta jalur distribusi logistik di Flores sebagai bagian penting dari pemulihan.
Tahap berikutnya yang disebut dalam sumber adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan pertanian dan perikanan, peningkatan kunjungan wisatawan, serta hilirisasi komoditas unggulan. Dampaknya terhadap ekonomi kabupaten perlu dibaca bersama data kerusakan, produksi, distribusi, dan kegiatan usaha di masing-masing wilayah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Pemkab Rote Ndao Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Metina
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga korban kebakaran di Metina pada 19 Oktober 2026 dan menyiapkan dokumen untu…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





