NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Mobil Patroli Dibakar dalam Kerusuhan di Mapolres Sumba Barat

Massa membakar satu mobil patroli dan merusak sejumlah fasilitas saat menyerang Mapolres Sumba Barat, Selasa malam, 15 September 2026. Aksi dipicu kematian Jowa Tana setelah ditembak polisi dalam penanganan kasus dugaan pencurian ternak.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Waikabubak — Satu mobil patroli Polres Sumba Barat dibakar massa dalam kerusuhan di sekitar Mapolres Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa malam, 15 September 2026. Massa datang membawa jenazah Jowa Tana, warga Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, sebagai bentuk protes atas kematiannya setelah ditembak polisi dalam penanganan kasus dugaan pencurian ternak.

Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali membenarkan satu mobil patroli yang terparkir di depan Rumah Sakit Kristen Lende Moripa dibakar massa pada Selasa malam. Menurut penjelasan Kapolres kepada Pos Kupang, mobil itu sedianya akan digunakan mengangkut jenazah Jowa Tana ke rumah duka di Desa Bali Ledo, namun keluarga menolak dan memilih membawa jenazah ke Mapolres Sumba Barat untuk meminta pertanggungjawaban kepolisian atas peristiwa penembakan.

Pos Kupang melaporkan jenazah Jowa Tana dibawa menggunakan tempat tidur dorong dari Rumah Sakit Lende Moripa ke Mapolres dan diletakkan di halaman depan. Keluarga meyakini Jowa meninggal setelah terkena tembakan anggota Polres Sumba Barat dan menuntut proses hukum terhadap pelaku penembakan. Kapolres menyatakan siap memproses secara hukum oknum anggota yang diduga menembak hingga menyebabkan Jowa Tana meninggal dunia.

Detik Bali dan jaringan Tribunnews menggambarkan situasi di sekitar Mapolres Sumba Barat pada malam itu sebagai tegang. Massa yang datang membawa peti jenazah merusak sejumlah ruangan kerja di markas Polres, termasuk ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dan beberapa ruangan lain, serta melakukan pelemparan kaca dan fasilitas di sekitar kompleks. Dalam kerusuhan tersebut, satu warga berinisial MBP ditemukan meninggal di lokasi penyerangan.

Kronologi penindakan terhadap Jowa Tana

Menurut keterangan Polda Nusa Tenggara Timur yang dikutip Detik Bali, penindakan terhadap Jowa Tana berlangsung pada Selasa pagi, 15 September 2026. Tim gabungan Polres Sumba Barat mendatangi rumah Jowa di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, dalam rangka pengungkapan sindikat pencurian ternak kuda dan kerbau di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Polda NTT menyebut Jowa Tana sebagai salah satu dari empat orang yang diamankan dalam kasus pencurian ternak dengan kekerasan. Dalam proses penangkapan di rumahnya, Jowa disebut melakukan perlawanan dan menyerang petugas menggunakan parang. Polisi kemudian melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara, namun Jowa tetap berusaha melarikan diri.

Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kabid Humas Polda NTT, menjelaskan kepada Detik Bali bahwa polisi kemudian melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki untuk melumpuhkan. Namun, pada saat bersamaan Jowa terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan. Setelah tertembak, Jowa dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa sekitar pukul 10.00 WITA dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.20 WITA.

RRI Kupang memberitakan bahwa tim gabungan Polres Sumba Barat pada hari yang sama mengamankan tiga orang terduga pelaku pencurian ternak dengan kekerasan. Dalam rangkaian penangkapan tersebut, satu orang terduga pelaku bernama Jowa Tana meninggal dunia setelah terkena tembakan anggota kepolisian saat berupaya melarikan diri dari kediamannya. RRI menyebut korban sebagai warga Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo.

Kerusuhan di Mapolres dan langkah pengamanan

Setelah kabar kematian Jowa Tana menyebar, keluarga dan warga membawa jenazah dari Rumah Sakit Lende Moripa ke Mapolres Sumba Barat pada Selasa malam. Jaringan Tribunnews memberitakan kericuhan terjadi ketika massa berupaya membawa jenazah ke ruang lobi dan melempari markas polisi dengan batu. Sejumlah kaca pecah dan beberapa ruangan di Mapolres mengalami kerusakan, sementara mobil dinas Polri dibakar di area rumah sakit.

Pos Kupang menulis bahwa pertemuan di rumah jabatan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade pada malam yang sama menghasilkan kesepakatan agar keluarga membawa pulang jenazah ke rumah duka di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli. Kepolisian menyatakan akan memproses dugaan penembakan sesuai ketentuan hukum dan membantu proses pemakaman.

RRI dan media lokal Sergap melaporkan, pada Rabu, 16 September 2026, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen melayat ke rumah duka almarhum Jowa Tana di Desa Bali Ledo. Kehadiran Dandim disebut sebagai bentuk empati sekaligus upaya menjaga komunikasi dengan keluarga dan masyarakat pasca penyerangan Mapolres, dengan imbauan agar warga tetap tenang dan mengedepankan penyelesaian melalui mekanisme hukum.

Polda NTT menyatakan membuka ruang dialog terkait penanganan kasus pencurian ternak dan insiden penembakan yang menewaskan Jowa Tana. Kapolres Sumba Barat mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial dan menjaga ketertiban agar situasi di Sumba Barat kembali aman. Hingga pertengahan pekan itu, aparat TNI dan Polri tetap melakukan pengamanan di sekitar Mapolres dan titik-titik yang dinilai rawan berkumpulnya massa.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.