MSM Targetkan 10.000 Hektare Tebu di Sumba Timur pada 2031
PT Muria Sumba Manis menargetkan kebun tebu di Sumba Timur seluas 10.000 hektare pada 2031. Sejumlah laporan lokal menyebut perusahaan menambah 1.000 hektare tanaman tebu per tahun dan mengaitkan proyek itu dengan investasi Rp9,2 triliun.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Waingapu — PT Muria Sumba Manis menargetkan perluasan kebun tebu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi 10.000 hektare pada 2031. Target itu sejalan dengan rencana perusahaan menambah sekitar 1.000 hektare tanaman tebu tiap tahun dari basis kebun yang sudah berjalan di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu.
Sejumlah laporan lokal pada awal dan pertengahan September 2026 menyebut PT Muria Sumba Manis berada di bawah grup usaha Djarum melalui PT Hartono Plantation Indonesia. Mereka juga menulis nilai investasi proyek ini mencapai Rp9,2 triliun dengan kawasan pengembangan sekitar 20.000 hektare melalui skema hak guna pakai selama 30 tahun.
Pada 2023, saat meninjau pabrik gula terintegrasi di Sumba Timur, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kapasitas tahap pertama pabrik PT Muria Sumba Manis sebesar 6.000 TCD, dengan rencana tahap kedua menjadi 12.000 TCD. Dalam laporan yang sama, pabrik itu disebut telah mengembangkan kebun tebu sekitar 3.800 hektare dan menyerap 3.744 pekerja, sebagian besar warga lokal.
Perluasan kebun
Laporan pada September 2026 menyebut perusahaan menargetkan luas tanam 10.000 hektare pada 2031. Jika target tahunan 1.000 hektare tercapai, luas kebun yang ditanami akan bertambah bertahap dari basis saat ini.
Dalam laporan RRI Kupang pada Juli 2026, PT Muria Sumba Manis disebut menggelar syukuran panen dan giling tebu, dengan luas panen tahun itu naik dari 3.000 hektare menjadi 4.000 hektare. Laporan itu juga menyebut target produktivitas 65 ton per hektare dan rendemen 9,5 persen.
Pada Desember 2024, Pos Kupang menulis PT Muria Sumba Manis mengelola kebun tebu seluas 4.321 hektare dan menargetkan tambahan 1.000 hektare per tahun. Laporan itu menyebut target 10.000 hektare diupayakan tercapai pada 2030.
Perbedaan tahun target itu membuat rencana perluasan perusahaan perlu dibaca sebagai target yang berubah dari waktu ke waktu. Namun, beberapa laporan terbaru pada September 2026 konsisten menyebut sasaran 10.000 hektare pada 2031.
Selain gula, perusahaan menyebut produk turunannya meliputi molase dan ampas tebu. Dalam laporan-laporan yang terbit, PT Muria Sumba Manis juga dikaitkan dengan upaya mendukung swasembada gula nasional dan membuka lapangan kerja di Sumba Timur.
Investasi dan operasi
Sejumlah laporan menyebut investasi proyek ini mencapai Rp9,2 triliun. Laporan pada 2023 juga menyebut pabrik gula terintegrasi di Desa Wanga beroperasi dengan sistem kendali otomatis dan unit dekolorisasi untuk pasar industri.
Masih menurut laporan 2023 itu, musim giling di Sumba Timur berlangsung sekitar empat bulan, dari pertengahan Juli hingga pertengahan Oktober. Pada masa itu, pabrik diproyeksikan menghasilkan gula kristal putih dan gula kristal rafinasi.
PT Muria Sumba Manis menjadi salah satu proyek agribisnis besar di Sumba Timur yang bertumpu pada lahan kering. Dengan perluasan kebun, perusahaan menempatkan ketersediaan bahan baku sebagai kunci untuk menjaga operasi pabrik gula di wilayah timur Sumba.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Waingapu dan Pertamina Fuel Perkuat Keselamatan Kapal di TUKS
KSOP Kelas IV Waingapu dan Pertamina Fuel menandatangani kerja sama layanan tunda untuk kapal di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Pertamina.
Baca juga


