NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pasien 85 Tahun Dievakuasi dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo

Pasien laki-laki bernama Yunus, 85 tahun, dirujuk dari Puskesmas Komodo di Pulau Komodo ke RSUD Komodo di Labuan Bajo pada Selasa, 15 September 2026, dengan dugaan penyakit hati berat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo from a boat.
Foto arsip: Labuan Bajo from a boat. · Foto: Hotel Kaesong / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

Labuan Bajo — Seorang laki-laki bernama Yunus, 85 tahun, dievakuasi dari Puskesmas Komodo di Pulau Komodo menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 15 September 2026, untuk penanganan lanjutan atas dugaan penyakit hati berat di rumah sakit rujukan.

Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI), Yunus dirawat terlebih dahulu di Puskesmas Komodo selama kurang lebih delapan jam sebelum dirujuk ke rumah sakit di Labuan Bajo pada hari yang sama.

Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga kesehatan di puskesmas, pasien diduga mengalami sirosis hepatis dekompensata, yaitu gangguan hati berat, disertai penumpukan cairan di perut dan pembengkakan pada tungkai.

Petugas juga mengaitkan kondisinya dengan kemungkinan kekurangan albumin atau malnutrisi, serta dugaan keganasan di rongga perut.

Kondisi Yunus saat itu disebut masih lemas, tetapi tanda-tanda vitalnya lebih stabil dibandingkan ketika pertama kali tiba di Puskesmas Komodo.

Proses evakuasi laut ke Labuan Bajo

Rujukan Yunus dari Pulau Komodo dibantu tim Padar Heritage Conservation (PHC) menggunakan kapal cepat Speed Boat Matahari 7.

Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan kapal tersebut diberangkatkan dari Dermaga Pulau Komodo pada Selasa, 15 September 2026, pukul 16.35 WITA, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca selama pelayaran.

Menurut keterangan Yoanna yang dikutip RRI, pasien didampingi petugas Puskesmas Komodo dan empat anggota keluarga sepanjang perjalanan menuju Labuan Bajo.

Setibanya di Labuan Bajo, Yunus direncanakan masuk melalui unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh dokter rumah sakit.

Data utama evakuasi yang disampaikan RRI meliputi identitas dan rute pasien, moda transportasi, serta waktu keberangkatan kapal:

  • Pasien: Yunus, laki-laki, 85 tahun.
  • Rute: Puskesmas Komodo di Pulau Komodo menuju rumah sakit di Labuan Bajo.
  • Moda: Speed Boat Matahari 7 yang dioperasikan PHC.
  • Waktu keberangkatan: Selasa, 15 September 2026, pukul 16.35 WITA.
  • Pendamping: Petugas puskesmas dan empat anggota keluarga.

RRI tidak merinci durasi pelayaran maupun hasil pemeriksaan lanjutan setelah pasien tiba di RSUD Komodo.

Ketergantungan pada rujukan laut

Kasus Yunus menyoroti kembali ketergantungan warga Pulau Komodo pada transportasi laut untuk akses layanan kesehatan rujukan di Labuan Bajo.

Laporan RRI menggambarkan bahwa Puskesmas Komodo memberikan perawatan awal dan observasi, tetapi pasien dengan dugaan penyakit hati berat seperti Yunus dinilai membutuhkan pemeriksaan serta penanganan segera oleh dokter di rumah sakit.

Dalam konteks yang lebih luas, pemberitaan mengenai layanan kesehatan di Pulau Komodo sebelumnya menunjukkan bahwa warga pulau mengandalkan kapal cepat atau perahu sebagai sarana utama evakuasi pasien ke Labuan Bajo.

Menurut Kepala Desa Komodo, Haji Aksan, warga masih menggunakan perahu nelayan untuk membawa pasien dalam kondisi darurat ke rumah sakit di Labuan Bajo, dengan waktu tempuh bisa mencapai lima hingga enam jam, karena belum tersedia ambulans laut khusus.

Kesaksian itu menunjukkan bahwa ketersediaan moda transportasi laut berkecepatan memadai menjadi bagian penting dari rantai pertolongan medis bagi warga dan pengunjung di kawasan Taman Nasional Komodo.

Peran PHC dalam evakuasi medis

PHC, organisasi yang terlibat dalam pelestarian dan keselamatan di kawasan Komodo, disebut oleh RRI sebagai pihak yang membantu proses rujukan Yunus dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo menggunakan Speed Boat Matahari 7.

Dalam sejumlah kejadian lain di kawasan Taman Nasional Komodo, PHC juga tercatat membantu evakuasi medis dan keselamatan wisatawan yang mengalami kedaruratan di laut, termasuk evakuasi turis asing yang tenggelam di Pulau Padar.

Keterlibatan lembaga seperti PHC memperlihatkan peran aktor nonpemerintah dalam menjembatani keterbatasan infrastruktur kesehatan dan transportasi di wilayah kepulauan.

Dalam kasus Yunus, koordinasi antara tenaga kesehatan di Puskesmas Komodo, keluarga pasien, dan PHC memungkinkan rujukan dilakukan pada hari yang sama setelah observasi di puskesmas.

Sejauh ini, laporan RRI belum memuat informasi lanjutan terkait perkembangan kondisi Yunus setelah tiba di RSUD Komodo, maupun data terperinci mengenai jumlah evakuasi pasien gawat darurat lain dari Pulau Komodo sepanjang 2026.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.