Pemkab Lembata Bahas Rencana PLTP Atadei Berkapasitas 10 Megawatt
Pemkab Lembata dan PLN membahas pengembangan PLTP Atadei berkapasitas 10 megawatt. Pembebasan lahan dan persiapan teknis masih berjalan, sementara operasi ditargetkan pada 2030.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kabupaten Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata mengajak berbagai pihak membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei pada 1 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Jika terealisasi, PLTP berkapasitas 10 megawatt ini ditargetkan menambah pasokan listrik Lembata mulai 2030, setelah pembebasan lahan dan tahapan teknis selesai.
Menurut RRI, PLN menjelaskan PLTP Atadei dirancang berkapasitas 2 x 5 megawatt atau total 10 megawatt. Pembangkit itu ditargetkan beroperasi pada 2030 jika seluruh tahapan berjalan lancar.
Pembahasan tersebut berlangsung ketika proses pembebasan lahan dan persiapan penelitian ulang sumur panas bumi masih berjalan. PLN juga menyiapkan tahapan pendukung pembangunan proyek.
Lahan dan tahapan proyek
RRI melaporkan kebutuhan lahan fisik untuk proyek itu sekitar 8,4 hektare. Luasan tersebut merupakan bagian dari wilayah kerja panas bumi sekitar 31 hektare dan mencakup fasilitas pembangkit, akses jalan, serta fasilitas pendukung.
Pembebasan lahan berlangsung di beberapa lokasi dengan tahapan berbeda. Lahan untuk AT-1 di Desa Nubahaeraka telah dibebaskan, sedangkan AT-1 New masih dalam proses. Lahan untuk AT-2 di Desa Atakore masih memasuki tahap pendekatan, termasuk pembahasan kebutuhan akses jalan.
PLN juga menyiapkan jalan sepanjang 6,7 kilometer untuk mendukung pembangunan PLTP Atadei. RRI menyebut pengembangan panas bumi di Lembata berpotensi diperluas hingga 50 megawatt, dengan rencana pengembangan yang dapat dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya.
Pemerintah Kabupaten Lembata sebelumnya memimpin rapat ekspose rencana pembangunan PLTP Atadei pada Juni 2024. Menurut laman resmi Pemerintah Kabupaten Lembata, proyek 2 x 5 megawatt itu tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2021-2030 dan termasuk proyek strategis nasional.
Rencana pembangunan PLTP Atadei telah berlangsung sejak 2008. Pemerintah daerah dan PLN masih perlu menuntaskan tahapan pengadaan lahan serta persiapan teknis sebelum target operasi 2030 dapat dicapai.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
BMKG Catat Gelombang Sedang 1.5m di Laut Flores
BMKG mencatat potensi gelombang sedang setinggi 1.5m di Perairan Laut Flores. Nelayan dan operator kapal perlu memantau pembaruan cuaca maritim sebelu…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




