NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkot Kupang Gandeng Dunia Usaha Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintah Kota Kupang memperkuat pencegahan stunting dari hulu dengan menggandeng yayasan dan dunia usaha. Pertemuan pada 26 Agustus 2024 membahas edukasi remaja, koordinasi lintas dinas, dan dukungan program sosial seperti Rumah Kasih.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — — Pemerintah Kota Kupang menggandeng yayasan dan pelaku usaha untuk memperkuat pencegahan stunting dari hulu melalui edukasi remaja dan koordinasi lintas perangkat daerah. Komitmen ini disampaikan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo saat menerima audiensi Yayasan MEIK Nusantara dan Yayasan Mahanaim di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin, 26 Agustus 2024, bukan 31 Agustus 2026 seperti diberitakan sebelumnya.

Menurut laporan Media NTT, pertemuan itu membahas upaya pencegahan stunting sejak masa remaja, terutama remaja putri, dengan dukungan lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, yayasan sosial, dan dunia usaha.

Media tersebut menyebutkan, berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Kota Kupang, prevalensi stunting di daerah itu berada di kisaran 16 persen menurut pengukuran bulan timbang Februari 2024, turun dari sekitar 17,2 persen pada 2023. Data serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang melalui pemberitaan media lain yang mencatat angka 16,6 persen pada Februari 2024.

Edukasi sejak remaja

Dalam audiensi itu, Christian menekankan pentingnya intervensi sejak hulu melalui edukasi remaja tentang kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, kesiapan menjadi orang tua, dan perencanaan keluarga, dengan fokus pada remaja putri.

Menurut dia, sekolah dan lembaga keagamaan, termasuk gereja, memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan anak, keluarga, dan komunitas. Ia menyoroti kehamilan usia dini dan munculnya orang tua tunggal di kalangan remaja sebagai faktor yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap stunting.

Christian menyatakan pencegahan perlu dilakukan sebelum gangguan pertumbuhan terjadi. Ia menegaskan bahwa mencegah lebih efektif daripada mengobati, sebagaimana disampaikannya dalam pertemuan tersebut.

Koordinasi lintas perangkat daerah

Pemerintah Kota Kupang menyatakan siap membuka data dan kebutuhan prioritas melalui perangkat daerah agar dukungan yayasan dan dunia usaha tidak berjalan sendiri-sendiri.

Christian menjelaskan rencana penyusunan "menu masalah" stunting dan isu terkait, sehingga mitra dapat memilih bentuk intervensi sesuai kapasitas masing-masing. Kolaborasi diarahkan melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Penanganan stunting, menurut dia, terkait dengan perlindungan anak, pendidikan, kemiskinan, dan penguatan keluarga sehingga tidak dapat ditangani satu lembaga saja.

Peran Yayasan MEIK Nusantara dan Mahanaim

Pimpinan rombongan Yayasan MEIK Nusantara, Meike, menyampaikan keinginan yayasan bersama pengusaha yang tergabung di dalamnya untuk terlibat dalam penanganan persoalan sosial dan kesehatan anak di Nusa Tenggara Timur, termasuk stunting di Kota Kupang.

Sementara itu, Nita dari Yayasan Mahanaim memaparkan program Rumah Kasih, sebuah layanan nonformal yang memberikan bimbingan belajar dan makanan bergizi bagi anak-anak di Kota Kupang. Program ini disebut telah berjalan di sejumlah titik di wilayah kota, meski laporan tidak merinci jumlah penerima manfaat maupun indikator pengukuran dampaknya terhadap stunting.

Konteks angka stunting Kota Kupang

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang menunjukkan tren penurunan stunting balita berdasarkan pengukuran elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) dari 21,5 persen pada 2022 menjadi sekitar 17,2 persen pada 2023.

Pada Februari 2024, beberapa laporan media lokal mencatat prevalensi sekitar 16–16,6 persen. Angka ini masih berada di atas target nasional, namun menunjukkan penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam dokumen perencanaan, pemerintah kota menargetkan penurunan berkelanjutan hingga di bawah 10 persen dalam beberapa tahun ke depan. Kolaborasi dengan yayasan dan dunia usaha yang dibahas dalam audiensi 26 Agustus 2024 ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dari hulu dan mempercepat penurunan stunting di ibu kota Nusa Tenggara Timur.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.