NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

PLN Hadirkan Listrik 24 Jam ke Empat Desa Pelosok di Pulau Timor

PLN menyatakan telah merampungkan pembangunan jaringan listrik baru yang menghadirkan layanan listrik 24 jam di empat desa pelosok Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: National transmission grid of electrical power overhead power lines in 2022.
Foto arsip: National transmission grid of electrical power overhead power lines in 2022. · Foto: HighVoltage 5576 / Wikimedia Commons, CC0

Kupang — PT PLN (Persero) membangun jaringan listrik baru yang mengalirkan layanan listrik 24 jam ke empat desa pelosok di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini rampung pada Mei 2024 dan mencakup jaringan tegangan menengah sepanjang 7,81 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah 19,81 kilometer sirkuit, serta empat gardu berkapasitas 50 kilovolt ampere (kVA) dengan 344 potensi pelanggan, menurut siaran pers PLN dan laporan Koran NTT.

Empat desa yang kini tersambung ke jaringan PLN adalah Desa Tublopo di Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara; Desa Meusin di Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan; Desa Kiubaat di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan; dan Desa Maumutin di Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu. PLN menyebut keempat desa di Pulau Timor tersebut sebagai bagian dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Rincian pembangunan jaringan

PLN melaksanakan pembangunan melalui Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) dan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang. Menurut keterangan resmi perusahaan, infrastruktur yang dibangun terdiri atas:

  • Jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 7,81 kilometer sirkuit.
  • Jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 19,81 kilometer sirkuit.
  • Empat gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 50 kVA.
  • Potensi pelanggan sebanyak 344.

Siaran pers PLN menegaskan bahwa jaringan yang dibangun menghadirkan layanan listrik 24 jam bagi warga di empat desa tersebut. Perusahaan menyatakan kehadiran listrik diharapkan mendorong aktivitas ekonomi lokal serta menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam pernyataannya menyebut perluasan akses listrik ke wilayah 3T sebagai bagian dari komitmen pemerataan layanan. Menurut dia, pembangunan jaringan desa terpencil di Nusa Tenggara Timur dilakukan bertahap melalui program listrik desa dan dukungan pemerintah.

Pelaksanaan di lapangan dan dukungan warga

General Manager PLN UIW NTT I Gede Agung Sindu Putra menjelaskan bahwa pembangunan jaringan di empat desa di Pulau Timor menghadapi tantangan medan berat dan cuaca yang tidak selalu mendukung. Ia menyatakan, pekerjaan di lapangan dapat diselesaikan berkat dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta koordinasi dengan instansi terkait.

Laporan Koran NTT menggambarkan kerja sama antara PLN dan masyarakat setempat dalam membuka akses jaringan. Di beberapa lokasi, warga membantu pembebasan lahan dan akses jalur untuk pembangunan tiang jaringan tegangan menengah dan rendah.

Media tersebut juga mencatat bahwa warga di Desa Tublopo, Meusin, Kiubaat, dan Maumutin menyambut kehadiran listrik PLN. Mereka menilai layanan listrik 24 jam membuka peluang penggunaan peralatan listrik rumah tangga, penerangan malam hari, serta pengembangan usaha kecil berbasis energi listrik.

Konteks perluasan listrik desa di NTT

Pembangunan jaringan listrik di empat desa Pulau Timor ini menjadi bagian dari upaya lebih luas PLN menghadirkan listrik 24 jam di wilayah terpencil Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, PLN melaporkan proyek listrik desa di berbagai kabupaten, termasuk pemanfaatan dana Penyertaan Modal Negara untuk melistriki desa dan dusun 3T.

Melalui UIW NTT dan UP2K Kupang, perusahaan terus menambah panjang jaringan tegangan menengah dan rendah serta kapasitas gardu distribusi di pulau-pulau NTT. PLN menyatakan targetnya adalah meningkatkan rasio elektrifikasi dan memastikan keluarga di desa terpencil dapat menikmati nyala listrik sepanjang hari.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.