Perdagangan NTT Surplus US$34,71 Juta hingga Juli 2026
Badan Pusat Statistik NTT mencatat ekspor Nusa Tenggara Timur mencapai sekitar US$37,71 juta dan impor US$2,99 juta pada Januari–Juli 2026, sehingga neraca perdagangan masih surplus meski nilai ekspor turun 10,43 persen secara tahunan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat neraca perdagangan luar negeri NTT surplus sekitar US$34,71 juta sepanjang Januari–Juli 2026, dengan nilai ekspor US$37,71 juta dan impor US$2,99 juta menurut data yang disampaikan di Kupang awal September 2026.
Kepala BPS NTT Matamira B Kale menyampaikan, total nilai ekspor Januari–Juli 2026 tersebut turun 10,43 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Penurunan terutama terjadi pada ekspor nonmigas, yang secara kumulatif tercatat sekitar US$35,85 juta atau turun 12,34 persen secara tahunan.
Ringkasan data BPS NTT:
- Ekspor Januari–Juli 2026: sekitar US$37,71 juta.
- Impor Januari–Juli 2026: sekitar US$2,99 juta.
- Surplus perdagangan Januari–Juli 2026: sekitar US$34,71 juta.
Perkembangan ekspor Juli 2026
Pada Juli 2026, BPS NTT mencatat nilai ekspor sekitar US$5,68 juta, turun 9,37 persen dibandingkan Juli 2025.
Ekspor nonmigas menyumbang sebagian besar ekspor Juli 2026 dengan nilai sekitar US$5,47 juta dan turun 10,07 persen secara tahunan, sedangkan ekspor migas sekitar US$0,21 juta meningkat 13,70 persen dibandingkan Juli 2025.
Menurut penjelasan BPS NTT yang dikutip media lokal, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar ekspor NTT selama Januari–Juli 2026 dengan porsi lebih dari 80 persen dari total ekspor.
Untuk Juli 2026 saja, nilai ekspor barang hasil industri pengolahan sekitar US$5,06 juta, turun tipis dibandingkan Juli 2025 dan melemah secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tujuan ekspor dan impor
BPS NTT mencatat, negara tujuan utama ekspor NTT sepanjang Januari–Juli 2026 adalah Timor-Leste dengan porsi lebih dari 80 persen dari total nilai ekspor provinsi tersebut.
Di sisi impor, nilai impor NTT sepanjang Januari–Juli 2026 tercatat sekitar US$2,99 juta dengan penurunan hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Pada Juli 2026, impor NTT mencapai sekitar US$0,75 juta, turun signifikan dari sekitar US$1,9 juta pada Juli 2025.
Dengan kinerja tersebut, neraca perdagangan luar negeri NTT pada Juli 2026 masih mencatat surplus sekitar US$4,93 juta.
Konteks perdagangan NTT
Data BPS NTT menunjukkan, surplus perdagangan luar negeri NTT hingga Juli 2026 terutama didorong oleh nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, meskipun secara tahunan ekspor justru menurun dibandingkan 2025.
Penurunan ekspor nonmigas menjadi faktor utama pelemahan kinerja ekspor, sementara impor menurun sehingga posisi surplus tetap terjaga.
Sumber
Berita berikutnya

PLN Kupang Ingatkan 4 Risiko Instalasi Listrik Rumah Saat Kemarau
Menjelang puncak musim kemarau, PLN ULP Kupang mengimbau warga lebih waspada terhadap instalasi listrik rumah.
Baca juga




