PLN dan Pemkab Sumba Barat Daya Percepat Akses Listrik Warga
PLN dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menjalankan kolaborasi penguatan layanan kelistrikan melalui penyalaan listrik perdana di Desa Radaloko dan percepatan Program Bantuan Pasang Baru Listrik bagi keluarga kurang mampu.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Sumba Barat Daya — — PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memperkuat layanan dan akses kelistrikan bagi warga di daerah tersebut melalui sejumlah program kolaborasi yang berjalan dalam dua tahun terakhir.
Kolaborasi ini terwujud antara lain dalam penyalaan listrik perdana bagi warga Desa Radaloko, Kecamatan Kodi Bangedo, serta percepatan bantuan pasang baru listrik bagi keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Sumba Barat Daya.
Pada Sabtu, 11 Oktober 2025, PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba, UP3 Sumba, dan ULP Sumba Jaya bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyalakan listrik perdana untuk 86 kepala keluarga di Desa Radaloko, Kodi Bangedo.
Menurut laporan Lintas NTT, 60 kepala keluarga di desa itu menerima bantuan listrik dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan 26 kepala keluarga difasilitasi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Pemerintah kabupaten menyatakan komitmen memperkuat sinergi dengan PLN untuk mendukung program elektrifikasi desa dan dusun di wilayah Sumba Barat Daya.
Program bantuan pasang baru listrik
Pada 23 November 2025, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan Sumba Jaya kembali memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi keluarga kurang mampu.
Dalam pemberitaan Lintas NTT, kolaborasi itu diarahkan untuk mempercepat pendataan ulang calon penerima bantuan, memperbaiki akses ke lokasi pemasangan, dan memperkuat koordinasi teknis di lapangan.
PLN dan pemerintah kabupaten menargetkan setiap keluarga penerima manfaat memperoleh sambungan listrik yang layak dan aman.
Upaya tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan layanan kelistrikan di Sumba Barat Daya sekaligus mendukung pemerataan akses energi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Konteks penguatan layanan kelistrikan
Sejumlah inisiatif lain menunjukkan kedekatan kerja sama antara PLN dan pemerintah kabupaten dalam bidang kelistrikan.
Pada Mei 2025, dalam kunjungan kerja PLN UP2K dan UP3 Sumba ke empat bupati di Pulau Sumba, Bupati Sumba Barat Daya menyatakan dukungan penuh terhadap program listrik desa dan listrik dusun.
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah diminta mengumpulkan dan menyampaikan data desa dan dusun yang menjadi sasaran elektrifikasi untuk mendukung perencanaan dan eksekusi pembangunan jaringan.
Pada November 2025, pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga tercatat sebagai salah satu mitra terbaik PLN UP3 Sumba dalam kolaborasi energi bersama pelanggan, berdasarkan laporan Pos Kupang.
Penguatan layanan kelistrikan dinilai penting bagi keberlangsungan pelayanan publik, kebutuhan rumah tangga, dan aktivitas ekonomi di Sumba Barat Daya.
Dampak bagi warga
Dengan penyalaan listrik di Desa Radaloko dan percepatan bantuan pasang baru, warga di wilayah yang sebelumnya belum terlayani mulai menikmati penerangan dan kemudahan penggunaan peralatan listrik.
PLN dan pemerintah kabupaten menyebut elektrifikasi desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi yang lebih tinggi di Pulau Sumba.
Di tingkat kabupaten, kolaborasi dalam program bantuan pasang baru listrik diharapkan mengurangi kesenjangan akses listrik bagi keluarga kurang mampu dan mendukung kegiatan belajar, usaha kecil, serta layanan sosial di pedesaan.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Sumba Timur Revitalisasi Sekolah dan Siapkan Sekolah Terintegrasi
Dinas Pendidikan Sumba Timur menyatakan puluhan sekolah di wilayah itu tengah dibenahi melalui program revitalisasi sarana dan prasarana.
Baca juga



