NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkab Sumba Timur Revitalisasi Sekolah dan Siapkan Sekolah Terintegrasi

Dinas Pendidikan Sumba Timur menyatakan puluhan sekolah di wilayah itu tengah dibenahi melalui program revitalisasi sarana dan prasarana.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: A place where prayers and offerings are made called a Katoda in East Sumba.
Foto arsip: A place where prayers and offerings are made called a Katoda in East Sumba. · Foto: Joseph Lamont / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Waingapu — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui program pembenahan dan peningkatan fasilitas di puluhan sekolah. Kepala dinas, Imanuel Takandjandji, menyampaikan hal itu dalam wawancara yang dimuat sejumlah media pada pertengahan September 2026.

Imanuel mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Sumba Timur. Menurut dia, program tersebut perlu disambut pemerintah daerah dan masyarakat karena memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di wilayah itu.

Ia menekankan, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak sebatas perbaikan atau pembangunan gedung. Program tersebut diharapkan menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan layak bagi peserta didik, sekaligus mendukung pengembangan talenta, karakter, dan kompetensi siswa, sebagaimana dijelaskan pemerintah daerah dalam keterangan resmi.

Revitalisasi sekolah dan mutu pembelajaran

Dalam laporan radio publik dan media lokal, Imanuel menjelaskan bahwa pemerintah pusat menyalurkan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah di Sumba Timur. Program ini menyasar puluhan sekolah yang kondisi bangunannya dinilai perlu dibenahi agar memenuhi standar pelayanan pendidikan dasar.

Menurut dia, setelah sarana dan prasarana mulai dibenahi, tugas pemerintah daerah adalah memastikan mutu pendidikan ikut meningkat. Peningkatan itu mencakup proses dan hasil belajar peserta didik, bukan hanya penampilan fisik bangunan sekolah.

Imanuel juga menyebut masih banyak sekolah di Sumba Timur yang belum tersentuh program revitalisasi. Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengusulkan ratusan unit sekolah melalui aplikasi yang disiapkan kementerian untuk mendapatkan dukungan serupa. Hal ini menunjukkan kebutuhan pembenahan fasilitas pendidikan di berbagai jenjang masih besar.

Program revitalisasi yang sedang berjalan dipadukan dengan inisiatif kemitraan pendidikan yang digagas pemerintah daerah. Dalam kerja sama dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pemerintah kabupaten menekankan penguatan karakter, literasi dasar, dan numerasi bagi anak usia 6–12 tahun sebagai fokus peningkatan mutu pendidikan dasar.

Literasi dan numerasi jadi fokus kebijakan

Pemerintah Sumba Timur menempatkan kemampuan literasi dan numerasi sebagai salah satu tantangan utama pendidikan. Dalam peluncuran kemitraan fase ketiga dengan INOVASI pada April 2025, Bupati Sumba Timur menyatakan pentingnya peningkatan mutu proses dan hasil belajar anak, dengan fokus pada literasi, numerasi, dan karakter.

Program kemitraan itu dirancang mendukung sistem pendidikan inklusif yang efektif dan adaptif terhadap perubahan iklim. Pemerintah kabupaten berharap pendekatan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas dalam kebijakan pendidikan nasional pada 2031, sehingga sekolah di Sumba Timur ikut merasakan manfaatnya.

Selain kerja sama dengan INOVASI, pemda juga menjalin kemitraan dengan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sejumlah sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah kejuruan. Bentuk dukungan meliputi bantuan perangkat teknologi dan pendampingan penerapan Kurikulum Merdeka.

Keterkaitan dengan Sekolah Nasional Terintegrasi

Rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, ditempatkan sebagai salah satu program strategis bidang pendidikan di Sumba Timur. Wakil Bupati Sumba Timur menjelaskan, sekolah ini akan mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan dengan fasilitas representatif dan tata kelola yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sedikitnya 20 hektare sebagai aset yang akan dihibahkan untuk pembangunan sekolah tersebut. Pembangunan diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 150 miliar. Pemerintah kabupaten mendorong dukungan DPRD dan pemerintah pusat agar proyek ini dapat direalisasikan dan memberi dampak nyata terhadap mutu pendidikan di Sumba Timur.

Dengan kombinasi revitalisasi fasilitas sekolah yang sudah ada, kemitraan peningkatan mutu pembelajaran, dan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah Sumba Timur menargetkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Kebijakan ini diharapkan berkontribusi pada perbaikan literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.