Marinir TNI AL Perkuat Pengamanan di Pulau Batek dan Ndana NTT
TNI menempatkan pasukan gabungan, termasuk Marinir TNI AL, di Pulau Batek, Kabupaten Kupang, dan Pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Korps Marinir TNI Angkatan Laut menempatkan personel pengamanan di Pulau Batek, Kabupaten Kupang, dan Pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari operasi pengamanan pulau terluar yang berbatasan dengan Timor-Leste dan Australia.
Penjelasan mengenai pengamanan pulau terluar di wilayah Kodam IX/Udayana menyebutkan bahwa di Pulau Batek ditempatkan personel gabungan TNI AD dan Marinir, sementara di Pulau Dana Rote kekuatan terdiri dari personel TNI AD dan Marinir yang dirotasi secara berkala.
Dalam sebuah kajian tentang pengamanan perbatasan maritim RI–Timor-Leste, Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menempatkan pasukan Marinir dan membangun menara suar di Pulau Batek untuk mengantisipasi klaim wilayah serta menjaga kedaulatan negara di kawasan perbatasan laut.
Pengamanan Pulau Batek
Pulau Batek merupakan pulau kecil tidak berpenghuni di wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Distrik Oecusse, Timor-Leste.
Kajian Kementerian Pertahanan dan laporan pengamanan pulau terluar menyebutkan bahwa pulau ini dijaga oleh satuan tugas gabungan TNI, termasuk pasukan Marinir, yang ditempatkan untuk menjaga kedaulatan serta mencegah potensi klaim dan pelanggaran di perbatasan laut.
Beberapa laporan lapangan menggambarkan Pulau Batek sebagai pulau tanpa sumber air tawar, sehingga kebutuhan logistik prajurit dipasok dari daratan utama Kabupaten Kupang. Pengawasan dilakukan melalui patroli rutin dan pemeriksaan patok batas di sekitar pulau.
Pengamanan Pulau Ndana (Dana Rote)
Pulau Ndana atau Dana Rote terletak di wilayah Kabupaten Rote Ndao dan termasuk salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Australia.
Dalam paparan mengenai postur satuan tugas pengamanan pulau terluar di wilayah Kodam IX/Udayana, Pulau Dana Rote disebut dijaga oleh personel TNI AD dan pasukan Marinir TNI AL. Penugasan ini berada dalam kerangka operasi pengamanan pulau terluar yang dirotasi secara berkala untuk menjaga kehadiran militer di wilayah perbatasan.
Penempatan personel di Pulau Ndana dan Pulau Batek menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan perbatasan laut Indonesia di selatan Nusa Tenggara Timur, yang bersinggungan dengan wilayah Timor-Leste dan Australia.
Rotasi dan Pola Penugasan
Paparan mengenai pengamanan pulau terluar di wilayah Kodam IX/Udayana menyebutkan bahwa personel TNI AD dan TNI AL yang bertugas di pulau-pulau terluar, termasuk Pulau Batek dan Pulau Dana Rote, dirotasi setiap beberapa bulan.
Rotasi ini dilakukan untuk menjaga kesiapan satuan tugas dan memastikan pengawasan berkelanjutan di kawasan perbatasan laut. Pengamanan memadukan unsur darat dan laut serta dukungan logistik dari pangkalan di Kupang dan Rote.
Sejumlah laporan resmi menegaskan bahwa penempatan pasukan Marinir di Pulau Batek dan pulau lain di sekitar perbatasan maritim RI–Timor-Leste dipandang tepat sebagai langkah menjaga kedaulatan, selain pembangunan menara suar sebagai penanda kehadiran dan batas wilayah Indonesia.
Sumber
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…
Baca juga


