NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

PLN Sambungkan Listrik untuk 3.511 Keluarga Kurang Mampu di NTT

PLN Peduli menargetkan penyambungan listrik bagi 3.511 keluarga kurang mampu di Nusa Tenggara Timur secara bertahap sepanjang 2022. Desa Hansisi di Kabupaten Kupang menjadi salah satu lokasi yang telah menerima bantuan bagi 15 keluarga.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Geothermal Power Plant (PLTP) in the Sokoria area, Ende, East Nusa Tenggara, Indonesia.
Foto arsip: Geothermal Power Plant (PLTP) in the Sokoria area, Ende, East Nusa Tenggara, Indonesia. · Foto: Selisik / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Kupang — PT PLN (Persero) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN Peduli menyalurkan bantuan penyambungan listrik bagi 3.511 keluarga kurang mampu di Provinsi Nusa Tenggara Timur secara bertahap sepanjang tahun 2022. Menurut siaran pers resmi PLN pada 1 April 2022, program ini mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Salah satu lokasi penerima bantuan adalah Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Dalam rilis yang sama, PLN menyebut pada 23 Maret 2022 bantuan penyambungan listrik telah diberikan kepada 15 kepala keluarga di desa tersebut.

Marsel Yohanis Nggili, 28 tahun, petani asal Desa Hansisi, termasuk penerima bantuan. Ia menceritakan sebelum rumahnya tersambung listrik, keluarga menggunakan pelita dan menghabiskan sekitar Rp200 ribu per bulan untuk membeli minyak, belum termasuk biaya menyeberang ke Kota Kupang.

Setelah memperoleh sambungan listrik, Marsel menyatakan pengeluaran keluarganya untuk penerangan turun menjadi sekitar Rp100 ribu untuk dua bulan. Istrinya dapat menenun pada malam hari, sementara keluarga tetap mengolah hasil kebun seperti kacang dan singkong.

Penerima bantuan lain di Desa Hansisi adalah Filpin Habe Lona, 70 tahun. Ia menuturkan keluarganya mengandalkan pelita selama puluhan tahun sebelum rumahnya teraliri listrik melalui program PLN Peduli.

Dampak bagi rumah tangga penerima

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengapresiasi bantuan tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip PLN, ia menilai akses listrik membantu meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat dan mendukung anak-anak belajar pada malam hari.

Penyaluran bantuan di Hansisi dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi NTT. Menurut PLN, Jerry Manafe didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT Jusuf Adoe, Kepala Biro Ekonomi Setda NTT Lery Rupidara, Camat Semau, dan kepala desa setempat.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Adi Priyanto, menjelaskan perluasan akses listrik diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT. Ia menambahkan, hadirnya listrik membantu anak-anak belajar dan memperluas akses informasi di perdesaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjalankan sejumlah program penyambungan listrik bagi rumah tangga tidak mampu di NTT. Siaran pers PLN pada 2019 mencatat bantuan sambung listrik gratis bagi 11.000 keluarga tidak mampu sebagai bagian dari upaya mengejar rasio elektrifikasi sekitar 90 persen di provinsi ini.

PLN juga melaporkan program bantuan lain di Labuan Bajo dan Sumba Timur yang menyasar ratusan keluarga kurang mampu melalui skema Bantuan Pasang Baru Listrik dan program PLN Peduli. Program-program tersebut menyertakan pembiayaan instalasi rumah, sertifikasi laik operasi, biaya penyambungan, dan token listrik perdana.

Konteks program dan elektrifikasi NTT

PLN menyebut program penyambungan listrik untuk 3.511 keluarga kurang mampu di NTT pada 2022 sebagai bagian dari PLN Peduli, program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Sasaran program adalah keluarga yang belum menikmati listrik dan masih mengandalkan pelita sebagai sumber penerangan.

Dalam siaran pers lain, PLN menjelaskan upaya meningkatkan rasio elektrifikasi NTT dilakukan melalui penyambungan gratis bagi keluarga tidak mampu dan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa terpencil. Perusahaan menargetkan pemerataan akses listrik sebagai bagian dari kebijakan energi berkeadilan.

Pengalaman keluarga penerima di Desa Hansisi menunjukkan manfaat langsung dari program tersebut. Biaya penerangan berkurang, aktivitas menenun bisa dilakukan pada malam hari, pengolahan hasil kebun berjalan lebih lama, dan anak-anak memperoleh waktu belajar tambahan setelah gelap.

Selain program PLN Peduli, pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM menjalankan program Bantuan Pasang Baru Listrik di NTT. Siaran pers PLN menyebut program ini menyasar rumah tangga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, dengan paket bantuan meliputi biaya instalasi, sertifikasi laik operasi, penyambungan baru, dan pengisian token perdana.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.