NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Rutan SoE Buka Pendidikan Kesetaraan bagi 39 Warga Binaan

Rutan Kelas IIB SoE membuka program pendidikan kesetaraan bagi 39 warga binaan pada 10 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Landscape of South Central Timor (Timor Tengah Selatan), Indonesia.
Foto arsip: Landscape of South Central Timor (Timor Tengah Selatan), Indonesia. · Foto: ErwinFCG / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

SoE — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE membuka program pendidikan kesetaraan bagi 39 warga binaan pada Kamis, 10 September 2026, melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Siloam Oekefan dan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Menurut laporan RRI, pembukaan program berlangsung di Aula Cendana Rutan SoE dan ditandai secara simbolis dengan penyerahan alat tulis dan modul pembelajaran kepada perwakilan peserta didik. Kegiatan dihadiri jajaran petugas Rutan SoE, tutor PKBM Siloam Oekefan, perwakilan Kelurahan Oekefan, serta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS.

RRI mencatat, sebanyak 39 warga binaan mengikuti pendidikan kesetaraan yang terbagi dalam tiga jenjang. Terdapat 18 peserta Paket A, 11 peserta Paket B, dan 10 peserta Paket C. Program ini dilaporkan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan upaya membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pendidikan setara jenjang formal.

Tiga jenjang pendidikan

Pendidikan kesetaraan yang dibuka di Rutan SoE mencakup jenjang yang setara dengan pendidikan dasar hingga menengah. Menurut penjelasan Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Jakobet E. Tahun, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan setara dengan ijazah pendidikan formal sesuai jenjangnya.

Dalam keterangan Jakobet yang dikutip RRI, Paket A setara dengan ijazah sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas. Ia menyampaikan bahwa lulusan pendidikan nonformal kesetaraan tetap menerima ijazah yang dapat digunakan sebagaimana ijazah sekolah formal sesuai ketentuan.

RRI melaporkan bahwa program pendidikan kesetaraan di Rutan SoE merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Rutan SoE dan PKBM Siloam Oekefan yang ditandatangani pada Maret 2026. Sejak kerja sama tersebut disepakati, kedua pihak melakukan persiapan bersama, mulai dari pendataan dan penjaringan warga binaan yang memenuhi syarat, koordinasi dengan instansi terkait, persiapan administrasi, penyusunan program pembelajaran, hingga kesiapan teknis pelaksanaan.

Bagian dari pembinaan warga binaan

Dalam laporan foto dan berita RRI, pendidikan kesetaraan di Rutan SoE disebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan sekaligus sarana memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke masyarakat.

Rutan Kelas IIB SoE menjadi lokasi pelaksanaan pembelajaran, sementara PKBM Siloam Oekefan bertindak sebagai penyelenggara pendidikan nonformal dengan dukungan teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS. Melalui pola kemitraan ini, warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah mendapat kesempatan untuk melanjutkan belajar selama menjalani masa pembinaan.

RRI juga menempatkan program pendidikan kesetaraan di Rutan SoE dalam konteks pemenuhan hak pendidikan warga binaan dan upaya menyiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas. Dengan ijazah setara pendidikan formal, warga binaan diharapkan memiliki landasan pendidikan yang lebih kuat untuk mencari pekerjaan atau meneruskan studi di luar lembaga pemasyarakatan.

Peluang akses pendidikan setelah bebas

Pengalaman di lembaga pemasyarakatan lain menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C lazim dijalankan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan. Di beberapa rutan dan lapas, ijazah hasil pendidikan kesetaraan yang diterbitkan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan dan PKBM mitra diakui setara dengan sekolah formal dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Dengan model serupa, pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Rutan SoE membuka peluang bagi warga binaan di Timor Tengah Selatan untuk tetap mengakses layanan pendidikan, meskipun mereka sedang menjalani masa hukuman. Program ini sekaligus menempatkan pendidikan sebagai bagian dari strategi pembinaan agar warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.