Rutan SoE Buka Pendidikan Kesetaraan bagi 39 Warga Binaan
Rutan Kelas IIB SoE membuka program pendidikan kesetaraan bagi 39 warga binaan pada 10 September 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
SoE — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE membuka program pendidikan kesetaraan bagi 39 warga binaan pada Kamis, 10 September 2026, melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Siloam Oekefan dan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Menurut laporan RRI, pembukaan program berlangsung di Aula Cendana Rutan SoE dan ditandai secara simbolis dengan penyerahan alat tulis dan modul pembelajaran kepada perwakilan peserta didik. Kegiatan dihadiri jajaran petugas Rutan SoE, tutor PKBM Siloam Oekefan, perwakilan Kelurahan Oekefan, serta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS.
RRI mencatat, sebanyak 39 warga binaan mengikuti pendidikan kesetaraan yang terbagi dalam tiga jenjang. Terdapat 18 peserta Paket A, 11 peserta Paket B, dan 10 peserta Paket C. Program ini dilaporkan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan upaya membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pendidikan setara jenjang formal.
Tiga jenjang pendidikan
Pendidikan kesetaraan yang dibuka di Rutan SoE mencakup jenjang yang setara dengan pendidikan dasar hingga menengah. Menurut penjelasan Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Jakobet E. Tahun, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan setara dengan ijazah pendidikan formal sesuai jenjangnya.
Dalam keterangan Jakobet yang dikutip RRI, Paket A setara dengan ijazah sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas. Ia menyampaikan bahwa lulusan pendidikan nonformal kesetaraan tetap menerima ijazah yang dapat digunakan sebagaimana ijazah sekolah formal sesuai ketentuan.
RRI melaporkan bahwa program pendidikan kesetaraan di Rutan SoE merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Rutan SoE dan PKBM Siloam Oekefan yang ditandatangani pada Maret 2026. Sejak kerja sama tersebut disepakati, kedua pihak melakukan persiapan bersama, mulai dari pendataan dan penjaringan warga binaan yang memenuhi syarat, koordinasi dengan instansi terkait, persiapan administrasi, penyusunan program pembelajaran, hingga kesiapan teknis pelaksanaan.
Bagian dari pembinaan warga binaan
Dalam laporan foto dan berita RRI, pendidikan kesetaraan di Rutan SoE disebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan sekaligus sarana memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke masyarakat.
Rutan Kelas IIB SoE menjadi lokasi pelaksanaan pembelajaran, sementara PKBM Siloam Oekefan bertindak sebagai penyelenggara pendidikan nonformal dengan dukungan teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS. Melalui pola kemitraan ini, warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah mendapat kesempatan untuk melanjutkan belajar selama menjalani masa pembinaan.
RRI juga menempatkan program pendidikan kesetaraan di Rutan SoE dalam konteks pemenuhan hak pendidikan warga binaan dan upaya menyiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas. Dengan ijazah setara pendidikan formal, warga binaan diharapkan memiliki landasan pendidikan yang lebih kuat untuk mencari pekerjaan atau meneruskan studi di luar lembaga pemasyarakatan.
Peluang akses pendidikan setelah bebas
Pengalaman di lembaga pemasyarakatan lain menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C lazim dijalankan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan. Di beberapa rutan dan lapas, ijazah hasil pendidikan kesetaraan yang diterbitkan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan dan PKBM mitra diakui setara dengan sekolah formal dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.
Dengan model serupa, pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Rutan SoE membuka peluang bagi warga binaan di Timor Tengah Selatan untuk tetap mengakses layanan pendidikan, meskipun mereka sedang menjalani masa hukuman. Program ini sekaligus menempatkan pendidikan sebagai bagian dari strategi pembinaan agar warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan ketika kembali ke lingkungan masing-masing.
Sumber
- RRI Kupang – Warga Binaan Rutan SoE Kembali ke Bangku Belajar, Mengejar Asa lewat Pendidikan
- Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar – Pembinaan narapidana melalui pendidikan kesetaraan di PKBM Bina Lapaskas Center Lapas Kelas III Rangkasbitung
- Al Zayn Journal – Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C di Rutan Kelas IIB Prabumulih
- Dindikpora Banjarnegara – Dindikpora dan Rutan Kelas IIB Banjarnegara Jalin Kerja Sama Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Berita berikutnya

Ende Terima TKD Rp3,5 Miliar Usai Raih Dua Penghargaan Pendidikan dan Kebersihan
Kabupaten Ende, NTT, meraih Juara I pelayanan pendidikan dan Juara II kebersihan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Maluku–Nu…
Baca juga




