Satlantas Polres Ngada Gelar Trauma Healing untuk Siswa SD di Bajawa
Satlantas Polres Ngada mengajak siswa SD Negeri Rada mengikuti trauma healing dan keliling Kota Bajawa dengan mobil serta motor patroli untuk memulihkan semangat anak pascagempa.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Bajawa — Satuan Lalu Lintas Polres Ngada menggelar trauma healing bagi siswa SD Negeri Rada, Desa Rada, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan itu ditujukan untuk memulihkan semangat anak-anak setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah itu.
Kepala Satlantas Polres Ngada Iptu Yosef Tote memimpin kegiatan tersebut. Dalam laporan Metro TV News, personel polisi mengajak siswa berinteraksi, bernyanyi bersama, memberi motivasi, dan membagikan alat tulis serta buku.
Anak-anak juga diajak berkeliling Kota Bajawa dengan kendaraan dinas roda empat dan sepeda motor patroli Satlantas. Polisi menyebut cara itu sebagai upaya memberi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu anak-anak mengurangi rasa takut pascabencana.
Penanganan pascagempa
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan Polda NTT menurunkan beberapa satuan tugas untuk membantu warga terdampak gempa. Menurut dia, personel dikerahkan untuk pendataan, bantuan sosial, evakuasi, dan pembersihan puing.
Dalam laporan media lokal Warisan Budaya Nusantara, kegiatan di SDN Radha itu juga digambarkan sebagai bagian dari rangkaian kepedulian Polres Ngada kepada anak-anak terdampak gempa. Laporan itu menyebut siswa diajak berkomunikasi, mendapat motivasi belajar, dan menerima bantuan buku serta alat tulis.
Kedua laporan itu sama-sama menempatkan kegiatan di SD Negeri Rada sebagai bagian dari respons kepolisian pascagempa di Ngada. Keduanya juga menyebut unsur yang serupa: pendekatan humanis, pembagian perlengkapan sekolah, dan ajakan berkeliling kota dengan kendaraan patroli.
Pemulihan anak
Kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk dukungan awal yang diberikan aparat kepada anak-anak yang terdampak bencana. Dalam kegiatan di SD Negeri Rada, polisi memilih aktivitas yang dekat dengan dunia anak agar suasana sekolah lebih tenang.
Polda NTT juga menyebut pembersihan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, termasuk sekolah dan tempat ibadah. Prioritas itu diarahkan agar fasilitas pendidikan bisa kembali dipakai untuk belajar setelah kondisi darurat mereda.
Rangkaian kegiatan di SD Negeri Rada menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya terkait bantuan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman pada anak. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendampingi warga Ngada setelah gempa.
Data kegiatan: SD Negeri Rada, Desa Rada, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada; pelaksana Satlantas Polres Ngada; bentuk kegiatan berupa interaksi, bernyanyi, motivasi, pembagian alat tulis dan buku, serta perjalanan dengan kendaraan patroli.
Sumber
Berita berikutnya

KMP Inerie II Disiapkan Gantikan KMP Ile Ape Selama Docking di NTT
Kemenhub menyiapkan KMP Inerie II menggantikan KMP Ile Ape yang docking sejak 5 September 2026. Di Sikka, kapal itu juga dipakai untuk mengirim bantua…
Baca juga





