Siswi SDK Dampek cedera kaki saat gempa susulan di Dampek
Seorang siswi SDK Dampek di Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, cedera kaki setelah tertimpa runtuhan batu bata bangunan sekolah saat gempa susulan pada Senin, 21 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Borong — Laporan terbaru menyebut seorang siswi SDK Dampek di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, mengalami cedera kaki setelah tertimpa runtuhan tembok sekolah saat gempa bumi susulan pada Senin, 21 September 2026.
Informasi ini disampaikan pejabat kecamatan dan kepolisian setempat sehari setelah kejadian. Siswi kelas VI tersebut berada di dalam ruang kelas ketika gempa susulan mengguncang wilayah Dampek. Di tengah upaya menyelamatkan diri, material bata dari tembok bangunan sekolah runtuh dan mengenai bagian kaki kanannya.
Pejabat kecamatan menjelaskan, siswi itu sebelumnya masuk ke ruang kelas untuk mengambil sapu ketika gempa susulan terjadi. Getaran membuat batu bata dari tembok bangunan sekolah jatuh dan menimpa kakinya. Ia sempat terjatuh dan kesulitan bangun sebelum akhirnya keluar dari ruang kelas dengan bantuan guru setelah guncangan berhenti.
Pemeriksaan tenaga medis menyebutkan, cedera yang dialami berada pada bagian kaki dan tidak sampai menyebabkan patah tulang. Kondisi korban dikategorikan sebagai trauma tumpul dan terkilir pada kaki kanan. Tim kesehatan setempat memberikan perawatan di fasilitas kesehatan yang melayani wilayah Dampek.
Selain siswi SDK Dampek tersebut, laporan dari puskesmas mencatat dua korban lain yang juga dirawat, terdiri atas satu anak dan satu orang dewasa. Mereka juga terdampak gempa susulan yang mengguncang kawasan Lamba Leda Utara pada pagi hari.
Sejumlah bangunan pendidikan di Kecamatan Lamba Leda Utara, termasuk SDK Dampek, sudah mengalami kerusakan sejak kejadian gempa utama.
Gempa susulan masih mengguncang Flores dan mengganggu sekolah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi susulan dengan magnitudo sekitar M5,1 hingga M5,3 terjadi pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 08.41.37 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada di darat, sekitar puluhan kilometer di timur laut Ruteng, dan dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Lamba Leda Utara termasuk wilayah yang terdampak kuat, dengan banyak bangunan retak dan sebagian runtuh.
Bagi pembaca di Flores, khususnya Manggarai Timur, kejadian di SDK Dampek menunjukkan bahwa aktivitas belajar di gedung yang sudah retak atau rusak tetap berisiko saat gempa susulan terjadi. BMKG mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan struktur dan tetap waspada terhadap potensi guncangan susulan.
Dalam beberapa laporan, fasilitas pendidikan di Lamba Leda Utara sudah memindahkan sebagian kegiatan belajar ke tenda darurat untuk meminimalkan risiko bagi siswa dan guru. Namun, masih ada kebutuhan besar terhadap perbaikan gedung sekolah dan dukungan logistik bagi warga yang mengungsi dan tenaga kesehatan yang bekerja terus-menerus menangani korban.
Otoritas kebencanaan dan pemerintah daerah di Manggarai Timur terus memantau perkembangan gempa susulan dan dampaknya terhadap permukiman, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan di Dampek serta wilayah sekitar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
BMKG: Kupang dan Oelamasi Berawan dengan Angin 46 Km/Jam Sabtu 19 September 2026
BMKG El Tari Kupang memprakirakan pada Sabtu 19 September 2026 Kota Kupang dan Oelamasi akan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan dengan poten…
Terbaru di Flores

Baca juga



