NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tambak Udang Waingapu: Lokasi, Target Produksi, dan Jadwal Operasi

Tambak udang Waingapu di Sumba Timur dirancang sebagai kawasan budi daya terintegrasi. Pemerintah menargetkan konstruksi selesai pada 2027 dan operasi dimulai pada 2028.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kincir air aerator berputar di permukaan kolam tambak budidaya di bawah langit cerah.
Ilustrasi: Kincir air aerator berputar di permukaan kolam tambak budidaya di bawah langit cerah. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Tambak udang Waingapu adalah proyek tambak udang terintegrasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kawasannya berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, dengan luas lahan sekitar 2.150 hektare. Pemerintah menargetkan proyek ini selesai pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.

Di mana lokasi tambak udang Waingapu?

Proyek ini berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 2026. Dari total lahan sekitar 2.150 hektare, sekitar 1.361 hektare dialokasikan untuk tambak dan fasilitas pendukung, menurut Akurat, 2026.

Seberapa besar kapasitas dan nilai proyeknya?

Investasi proyek diperkirakan mencapai Rp7,2 triliun, menurut KKP, 2026. Akurat melaporkan nilai investasi sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun, yang mencakup kolam budi daya, tandon, jaringan pengambilan air, instalasi pengolahan air limbah, fasilitas karantina, dan jalan produksi.

Target produksi yang disampaikan pemerintah adalah sekitar 52.800 ton udang per tahun ketika fasilitas beroperasi penuh, menurut Akurat, 2026. KKP sebelumnya menyebut kapasitas hingga 52.000 ton udang per tahun, menurut KKP, 2026.

Kapan tambak mulai beroperasi?

Pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada 2027 dan operasi dimulai pada 2028, menurut Akurat, 2026. Pada 29 Juli 2026, progres pembangunan fisik dilaporkan sekitar 10 persen dan kegiatan konstruksi melibatkan lebih dari 300 unit alat berat.

KKP menyebut hingga akhir Maret 2026 pembangunan masih berada pada tahap pembuatan petakan tambak. Perbedaan waktu pelaporan itu menunjukkan bahwa angka progres dan tahapan proyek perlu dibaca sesuai tanggal masing-masing sumber.

Berapa tenaga kerja yang diproyeksikan?

KKP memperkirakan proyek tersebut dapat menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal, menurut KKP, 2026. Sementara itu, Akurat melaporkan proyeksi sekitar 7.000 tenaga kerja di sepanjang rantai industri, termasuk sektor hulu, produksi, dan hilir.

Menurut KKP, 2026, pemerintah menyiapkan pelatihan khusus selama 12–16 bulan bagi masyarakat Sumba Timur yang belum berpengalaman. Akurat, 2026, menyebut 3.000 tenaga kerja akan mendapat pelatihan sesuai kebutuhan industri udang terintegrasi.

Apa yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan?

KKP menyatakan sistem proyek mencakup pengambilan air, tandon, tata kelola petakan budi daya, serta instalasi pengolahan air limbah. Pemerintah menyebut rancangan itu dimaksudkan agar kegiatan tambak tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, menurut KKP, 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sumba

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.