Undana dan Mitra Industri Kembangkan Rumput Laut di Pulau Semau
Universitas Nusa Cendana bekerja sama dengan PT Astanawa Provictus Agri dan pelaku industri lokal untuk meningkatkan budidaya, pengolahan, dan nilai tambah rumput laut di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Universitas Nusa Cendana (Undana) menjalin kerja sama dengan PT Astanawa Provictus Agri untuk pengembangan budidaya dan pengolahan rumput laut di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan Seaweed Network, kolaborasi ini fokus pada peningkatan kualitas, produktivitas, dan nilai ekonomi rumput laut bagi masyarakat setempat.
Seaweed Network menyebut kerja sama Undana dan PT Astanawa Provictus Agri dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pimpinan kedua lembaga. Dalam laporan tersebut, kolaborasi diarahkan pada tiga sasaran utama: peningkatan kualitas dan produktivitas rumput laut, pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pendampingan, serta pengembangan produk olahan bernilai tambah.
Dengan dukungan peneliti Undana, program ini menargetkan peningkatan mutu rumput laut agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. PT Astanawa Provictus Agri berperan memberikan pelatihan teknik budidaya, akses teknologi, serta pendampingan langsung kepada kelompok petani rumput laut di Pulau Semau.
Seaweed Network melaporkan bahwa kolaborasi ini mencakup pengolahan rumput laut menjadi produk untuk sektor kosmetik, farmasi, dan pangan sehat. Langkah tersebut diharapkan menjadikan Pulau Semau sebagai salah satu pusat unggulan budidaya dan pengolahan rumput laut di Indonesia, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur.
Budidaya dan pengolahan di Semau
Di Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, pengolahan rumput laut juga dikembangkan oleh CV Agar Kembang. NTTZoom memberitakan bahwa perusahaan ini membangun pabrik pengeringan rumput laut yang menggunakan rumput laut segar, air laut, dan garam laut tanpa bahan pengawet kimia.
Dalam laporan NTTZoom, produk hasil pengolahan CV Agar Kembang diberi label “Green Label” dan perusahaan mengklaim metode pengolahan yang dikembangkan sebagai yang pertama di dunia. NTTZoom menulis bahwa pabrik tersebut disiapkan untuk memasok pasar ekspor ke Denmark dan Amerika Serikat, dengan rencana pengiriman melalui Pelabuhan Tenau Kupang jika pasokan bahan baku meningkat di atas 10 ton rumput laut basah per hari.
NTTZoom juga mengutip pernyataan manajemen CV Agar Kembang mengenai pola kemitraan dengan petani. Perusahaan menyatakan membeli rumput laut langsung dari petani di Pulau Semau dalam kondisi segar, sehingga petani tidak perlu menunggu proses penjemuran sebelum menimbang dan menjual hasil panen.
Laporan lain menyebut CV Agar Kembang sebagai salah satu perusahaan yang ditetapkan sebagai tujuan penjualan rumput laut kering di Nusa Tenggara Timur berdasarkan Peraturan Gubernur NTT Nomor 39 Tahun 2022 tentang tata niaga komoditas hasil perikanan. Dalam kebijakan tersebut, rumput laut kering dari NTT diarahkan untuk dipasok ke tiga perusahaan di daerah, termasuk CV Agar Kembang.
Konteks pengembangan rumput laut NTT
Menurut Seaweed Network, Undana memposisikan pengembangan rumput laut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kelautan di Nusa Tenggara Timur. Program pelatihan intensif dan penelitian potensi lokasi budidaya di Pulau Semau disebut akan menjadi agenda awal pelaksanaan kerja sama dengan PT Astanawa Provictus Agri.
Di sisi lain, NTTZoom melaporkan bahwa pabrik CV Agar Kembang di Semau memanfaatkan rumput laut dari Pulau Semau serta wilayah penyangga seperti Sulamu dan Kupang Barat di Kabupaten Kupang, serta Pantai Rote di Kabupaten Rote Ndao. Perusahaan menyatakan siap mengembangkan jaringan pengolahan rumput laut di berbagai lokasi budidaya di NTT.
Media lokal lain mencatat bahwa rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan perikanan NTT dan dikembangkan melalui berbagai program budidaya serta pengolahan di pesisir, termasuk di Semau. Kebijakan tata niaga dan inisiatif kampus bersama mitra industri diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah dan mendorong peningkatan nilai tambah di tingkat lokal.
Sumber
- Seaweed Network – "Undana Pelopori & Kembangkan Industri Rumput Laut di NTT"
- NTTZoom – "Rumput Laut Semau Siap Diekspor ke Denmark dan USA"
- Ombudsman RI Perwakilan NTT – "Ombudsman NTT Minta Pemprov NTT Lakukan Kajian Terkait Harga Jual Rumput Laut Rendah"
- KataNTT – "Produksi Rumput Laut NTT Miliki Kualitas Ekspor karena Ramah Lingkungan"
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…
Baca juga


