NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

69 Peserta Meriahkan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya NTT 2026

Sebanyak 69 peserta meramaikan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-81 RI di Kota Kupang pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Sebanyak 69 peserta mengikuti Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang pada Kamis, 13 Agustus 2026, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Pawai dilepas Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dari depan Rumah Jabatan Gubernur di Jalan El Tari, yang menjadi titik awal rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap tampil di bawah terik matahari dan menilai pawai sebagai sarana menampilkan perkembangan pembangunan serta keberagaman budaya di NTT.

Peserta dari Berbagai Unsur

Menurut laporan lembaga penyiaran publik dan media lokal, 69 peserta pawai berasal dari berbagai unsur, antara lain organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTT, pelajar, perguruan tinggi, paguyuban etnis, komunitas, instansi vertikal, TNI, Polri, Kejaksaan, perbankan, BUMN, pelaku usaha, serta kelompok budaya dari luar provinsi.

Media lokal di Kupang mencatat keikutsertaan kepolisian setempat dan sejumlah komunitas budaya, dengan rute pawai dimulai dari depan Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT di Jalan El Tari dan berakhir di depan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.

Pemerintah provinsi memosisikan kegiatan ini sebagai pawai pembangunan sekaligus karnaval budaya, yang menampilkan beragam unsur adat, pakaian tradisional, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTT yang dikutip salah satu media menyebut peserta pawai terdiri dari 69 kontingen, mulai dari lembaga pendidikan hingga aparat penegak hukum.

Ruang Perjumpaan dan Aktivitas Ekonomi

Gubernur Melki dalam pemberitaan beberapa media menekankan pentingnya persatuan dan ruang perjumpaan antarwarga NTT melalui kegiatan seperti Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya.

Pawai yang berlangsung di kawasan pusat kota Kupang turut dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk berjualan di sekitar jalur pawai, sejalan dengan dorongan pemerintah daerah agar kegiatan publik menjadi ruang promosi produk lokal.

Sejumlah pemberitaan lain menunjukkan bahwa pemerintah provinsi tengah mengembangkan ekosistem ekonomi daerah melalui tiga pendekatan utama: One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP).

Program OVOP mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki minimal satu produk unggulan, sementara OSOP dan OCOP menargetkan sekolah serta komunitas, termasuk kelompok keagamaan dan organisasi masyarakat, agar menghasilkan produk yang dapat dipasarkan melalui jaringan ritel daerah.

Karnaval dan Strategi Produk Unggulan

Dalam berbagai kesempatan, termasuk peluncuran NTT Mart berbasis OSOP di beberapa sekolah, Gubernur Melki menjelaskan bahwa OVOP, OSOP, dan OCOP menjadi tiga pilar penguatan ekonomi kerakyatan di NTT.

Pemerintah provinsi mengaitkan pengembangan produk unggulan ini dengan upaya menekan defisit perdagangan daerah dan memperkuat serapan produk lokal melalui jaringan NTT Mart.

Walau pemberitaan resmi tidak merinci satu per satu produk yang diperkenalkan dalam Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya 2026, pemerintah daerah mendorong agar kegiatan peringatan kemerdekaan juga menjadi etalase potensi ekonomi dan budaya NTT.

Program OSOP dan turunan seperti One Class One Product di sejumlah sekolah di Kupang menunjukkan bahwa pelajar didorong menghasilkan produk pangan dan nonpangan yang kemudian dipasarkan melalui bazar dan kanal daring yang dikaitkan dengan gerakan OSOP.

Dengan kombinasi pawai pembangunan, karnaval budaya, dan penguatan program produk unggulan, pemerintah provinsi berupaya menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk promosi identitas budaya dan ekonomi NTT.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.