NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

PMI NTT: Stok Darah Masih Cukup, Donor Rutin Tetap Dibutuhkan

UDD PMI Provinsi NTT menyatakan stok darah pada Selasa, 15 September 2026, masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan pasien. Namun donor darah berkala tetap dibutuhkan agar persediaan dapat diperbarui dan siap saat permintaan meningkat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Diseminasi SPT 3.0 di Prodi Pendidikan Matematika FKIP Undana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Diseminasi SPT 3.0 di Prodi Pendidikan Matematika FKIP Undana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. · Foto: RaymondSutanto / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Kupang — Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan stok darah pada Selasa, 15 September 2026, masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan pasien, namun menegaskan donor rutin tetap dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan saat permintaan meningkat.

Dokter Umum UDD PMI Provinsi NTT, dr. Alvin, menyatakan kondisi stok darah pada hari itu masih mampu memenuhi kebutuhan yang masuk dari masyarakat maupun pasien di fasilitas kesehatan di Kupang dan sekitarnya, dalam wawancara dengan RRI Kupang pada 15 September 2026.

Menurut dr. Alvin, kecukupan stok tidak berarti kegiatan donor darah dapat dihentikan. Persediaan darah harus terus diperbarui agar PMI memiliki cadangan yang cukup ketika kebutuhan mendadak naik atau ketika stok golongan darah tertentu berkurang lebih cepat.

Ia menjelaskan, masyarakat yang sehat dan memenuhi persyaratan medis dianjurkan untuk melakukan donor darah secara berkala, sekitar dua bulan sekali. Donor rutin membantu menjaga kesinambungan persediaan dan memberi ruang bagi PMI untuk menyiapkan stok menghadapi situasi darurat.

Permintaan Beda Tiap Golongan Darah

Dalam laporannya, RRI Kupang menggarisbawahi bahwa kebutuhan darah tiap golongan dapat berbeda bergantung pada kondisi pasien dan jenis layanan medis yang dilakukan. Golongan tertentu dapat lebih cepat menipis apabila permintaan meningkat sementara jumlah pendonor yang sesuai terbatas.

Ketika darah sesuai golongan dan kebutuhan pasien tersedia, pelayanan transfusi dapat dilakukan mengikuti prosedur dan uji kecocokan yang berlaku. Namun jika persediaan menipis atau kosong, PMI harus segera mendapatkan pendonor baru untuk memenuhi kebutuhan darah pasien.

Berbagai kegiatan donor darah bersama mitra juga digelar untuk membantu menjaga stok. Dalam rangkaian Hari Radio, RRI Fest, dan Bintang Radio 2026 pada 15 September 2026, kerja sama RRI Kupang dan UDD PMI NTT menghasilkan 36 kantong darah yang dihimpun untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ajakan Tidak Menunggu Darurat

Dalam berita lain pada tanggal yang sama, RRI Kupang memuat ajakan agar masyarakat tidak menunggu keadaan darurat sebelum mendonorkan darah. Masyarakat yang sehat diharapkan menjadi pendonor aktif sehingga kebutuhan darah tidak bergantung pada pencarian donor ketika pasien sudah dalam kondisi kritis.

RRI melaporkan, dengan adanya pendonor yang rutin, stok darah dapat lebih siap saat dibutuhkan di rumah sakit. Pendonor aktif membantu mengurangi situasi di mana keluarga pasien harus mencari donor pengganti secara mendadak melalui jaringan pertemanan dan media sosial.

Sejalan dengan upaya itu, Pemerintah Provinsi NTT dan PMI NTT menjalin kerja sama donor darah rutin dengan Satpol PP NTT sejak Agustus 2026 untuk mendukung ketersediaan darah yang aman dan mencukupi melalui donor sukarela berkala.

Donor Rutin Menjaga Persediaan

Dr. Alvin mengajak warga yang memenuhi syarat kesehatan untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan berkala. Ia menekankan bahwa donor sekitar dua bulan sekali membantu pembaruan stok dan memastikan PMI memiliki persediaan untuk berbagai kebutuhan medis, termasuk operasi dan penanganan pasien dengan kondisi gawat.

Berbagai institusi di NTT, seperti perusahaan dan organisasi ekonomi, juga menggelar aksi donor darah berkala bekerja sama dengan PMI Provinsi NTT untuk menjaga stok bagi masyarakat, terutama di Kota Kupang.

UDD PMI Provinsi NTT menegaskan harapan agar masyarakat mendonor secara sukarela, tidak hanya ketika keluarga atau kerabat sendiri membutuhkan darah. Semakin banyak pendonor aktif, semakin besar peluang pasien memperoleh darah tepat waktu sesuai prosedur dan kecocokan golongan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.