Apa arti NTP Nusa Tenggara Timur 131,11 bagi petani
Data Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat NTP September 2026 sebesar 131,11. Angka kumulatif Januari–September mencapai 127,03, dengan harga diterima petani naik 1,93 persen.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Nilai Tukar Petani (NTP) Nusa Tenggara Timur pada September 2026 mencapai 131,11. Data Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga mencatat angka kumulatif Januari–September 2026 sebesar 127,03 dan harga yang diterima petani naik 1,93 persen.
Angka tersebut tercantum dalam laporan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bertanggal 26 Oktober 2026. Laporan itu menempatkan NTP sebagai indikator kesejahteraan petani. Namun, data yang tersedia tidak memerinci perbedaan capaian menurut pulau atau kabupaten di Nusa Tenggara Timur.
NTP menjadi ukuran daya tukar petani
NTP membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar untuk kebutuhan konsumsi dan produksi. Kenaikan harga yang diterima petani dapat memperkuat daya tukar, tetapi tidak otomatis menunjukkan kenaikan pendapatan bersih seluruh petani.
Data pembanding dari Kementerian Pertanian menyebut angka 131,11 dan kenaikan harga yang diterima petani sebesar 1,93 persen sebagai data nasional Badan Pusat Statistik. Karena laporan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan angka yang sama, angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks sumbernya dan tidak diperluas menjadi rincian kondisi petani di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, atau Alor.
Laporan yang tersedia tidak menyebut kebijakan lanjutan, jadwal pengukuran berikutnya, maupun rincian komoditas dan kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Pembaca perlu menunggu publikasi statistik daerah yang memuat rincian wilayah jika ingin membandingkan kondisi antarpulau.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Ingatkan Nusa Tenggara Timur Masih Relatif Kering
BMKG memperingatkan potensi kondisi relatif kering di Nusa Tenggara Timur pada 25 Oktober hingga 2 November 2026. Penyesuaian tanam dan cadangan air d…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




