NTT Hari Ini

Selasa, 22 September 2026

Apa yang Dimaksud Korban Gempa NTT dan Berapa Angka Terbarunya

BNPB terus memperbarui jumlah korban gempa NTT karena pendataan lapangan, identifikasi korban, dan verifikasi dampak langsung maupun tidak langsung masih berjalan pada hari-hari setelah gempa 15 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau dengan hamparan langit berawan tebal mendung.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau dengan hamparan langit berawan tebal mendung. · Foto: Andriy Nestruiev / Pexels

Korban gempa NTT — yang paling sering dicari saat ini merujuk pada pembaruan resmi BNPB tentang gempa M 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Data yang paling mutakhir dalam bahan ini menunjukkan 142 orang meninggal dunia, 1.603 luka-luka, dan 46.461 warga masih mengungsi per 15 September 2026, menurut BNPB yang dikutip NU Online.

Berapa jumlah korban jiwa yang tercatat?

Angka korban terus berubah mengikuti verifikasi lapangan. Pada 16 Agustus 2026 BNPB melaporkan 53 korban meninggal dunia, lalu pada 3 September 2026 jumlah itu menjadi 127 orang, dan pada 8 September 2026 naik menjadi 135 orang, sebelum akhirnya mencapai 142 orang pada 15 September 2026.

Perbedaan angka ini terjadi karena BNPB membedakan korban meninggal langsung dan tidak langsung. Pada 8 September 2026, BNPB menyebut 48 orang meninggal akibat dampak langsung dan 87 orang akibat dampak tidak langsung.

Di daerah mana korban paling banyak tercatat?

Pada pembaruan 3 September 2026, BNPB mencatat korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, yaitu 51 orang, disusul Manggarai Timur 40 orang dan Nagekeo 20 orang, menurut data yang dikutip Databoks Katadata dari BNPB. Data yang sama juga mencatat Sikka 6 orang, Ngada 6 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

BBC News Indonesia juga merangkum data awal BNPB yang menunjukkan korban tewas tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat. Ini memperlihatkan bahwa dampak gempa tidak terkonsentrasi di satu kabupaten saja.

Mengapa jumlah korban bisa berbeda antarlaporan?

Perbedaan muncul karena laporan disusun pada jam yang berbeda dan terus diperbarui setelah pendataan, identifikasi, dan verifikasi keluarga korban. Di hari yang berbeda, BNPB dan media yang mengutipnya menampilkan angka yang berbeda, dari 53, 83, 91, 103, 127, 129, 135, hingga 142 korban meninggal.

Selain itu, BNPB juga memisahkan data korban meninggal langsung dan tidak langsung. Pada pembaruan 10 September 2026, misalnya, BNPB menyebut 48 korban meninggal langsung dan 87 korban meninggal tidak langsung.

Apa dampak lain selain korban meninggal?

Dampak gempa tidak berhenti pada korban jiwa. Pada 8 September 2026, BNPB mencatat 1.763 orang luka-luka dan 70.382 orang mengungsi, menurut Databoks Katadata yang mengutip data BNPB.

NU Online kemudian melaporkan bahwa pada 15 September 2026, pengungsi yang masih tercatat mencapai 46.461 orang. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan pascabencana masih berlangsung setelah fase awal evakuasi selesai.

Siapa yang mengeluarkan angka resmi?

Rujukan utama untuk angka korban adalah BNPB. Media seperti BBC News Indonesia, RRI, Databoks Katadata, dan NU Online mengutip pembaruan BNPB pada tanggal yang berbeda, sehingga pembaca perlu memperhatikan tanggal laporan saat membandingkan angka.

Untuk pembaca di NTT, angka paling berguna adalah angka yang paling baru dan tanggal pembaruannya, karena itulah yang menunjukkan kondisi penanganan dan dampak gempa pada tahap itu.

[]BNPB terus memperbarui jumlah korban gempa NTT karena pendataan lapangan, identifikasi korban, dan verifikasi dampak langsung maupun tidak langsung masih berjalan pada hari-hari setelah gempa 15 Agustus 2026.Apa yang Dimaksud Korban Gempa NTT dan Berapa Angka TerbarunyaFlores, Nusa Tenggara TimurWarga NTT membutuhkan angka resmi korban dan pengungsi untuk memahami skala dampak gempa serta perkembangan penanganan pascabencana.1Korban gempa NTT yang dirujuk BNPB mencapai 142 orang meninggal pada 15 September 2026.BNPB sebelumnya mencatat 48 korban meninggal langsung dan 87 korban meninggal tidak langsung pada 8 September 2026.Pada 3 September 2026, korban jiwa terbanyak tercatat di Manggarai 51 orang dan Manggarai Timur 40 orang.bencanaterkonfirmasiBBC News Indonesia merangkum data awal BNPB tentang sebaran korban tewas di kabupaten-kabupaten Flores.BBC News Indonesianullhttps://www.bbc.com/indonesia/articles/ce85mmz83qjoRRI melaporkan BNPB mencatat 135 korban meninggal per 10 September 2026.RRInullhttps://rri.co.id/nasional/2719204/tragedi-gempa-ntt-korban-meninggal-capai-135-orang-ini-rincian-data-bnpbDataboks Katadata memuat data BNPB per 3 September 2026 tentang 127 korban jiwa dan sebarannya.Databoks Katadatanullhttps://databoks.katadata.co.id/lingkungan/statistik/6a99242e20250/update-korban-gempa-ntt-127-orang-meninggal-3-september-2026NU Online melaporkan BNPB mencatat 142 meninggal, 1.603 luka-luka, dan 46.461 pengungsi per 15 September 2026.NU Onlinenullhttps://nu.or.id/nasional/sebulan-gempa-ntt-142-meninggal-dunia-1-603-luka-luka-46-ribu-warga-masih-mengungsi-sX7HNgempaNTTBNPBkorbanFlores2026-09-152026-09-15}*jpg json_schema to=final expand 乐亚ၴြဳ‬ 0} ]} ells to=final 彩神争霸怎么样ிិនិយាយ 福利彩票天天} ું>} ু} to=final /久久}```json_schema

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.