BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT
BMKG memperingatkan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan NTT pada 4–5 November 2026. Nelayan diminta mengutamakan keselamatan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Ende — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan nelayan dan masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan keselamatan pada Kamis, 5 November 2026. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT.
Informasi RRI menyebut potensi tersebut berlaku sejak Rabu, 4 November 2026 hingga Kamis, 5 November 2026. Prakiraan disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni, dalam siaran informasi cuaca maritim pada Rabu, 4 November 2026.
Di kawasan Timor, kewaspadaan mencakup perairan utara Kupang-Rote serta perairan selatan Timor-Rote. Pada gugus Rote, ancaman gelombang juga berkaitan dengan perairan utara Kupang-Rote dan perairan selatan Timor-Rote. Di sekitar Sabu, potensi gelombang berlaku di perairan Sabu Raijua.
Untuk Flores dan Lembata, wilayah yang disebut meliputi Selat Sape bagian selatan dan perairan selatan Flores. Pada gugus Sumba, kewaspadaan mencakup Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Sumba. Laut Sawu dan Selat Ombai juga masuk dalam daftar perairan yang perlu diwaspadai.
Cuaca perairan NTT secara umum diprakirakan cerah hingga berawan. Angin bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 8 hingga 36 kilometer per jam. Kondisi gelombang dan angin dapat meningkatkan risiko bagi perahu nelayan serta kapal tongkang.
Gelombang NTT berisiko bagi pelayaran antarpulau
Peringatan ini penting bagi pembaca di kabupaten pesisir karena aktivitas melaut, penyeberangan, dan pengangkutan barang berlangsung di perairan yang saling terhubung. Nelayan perlu mempertimbangkan tinggi gelombang sebelum berangkat. Operator kapal dan masyarakat pesisir juga perlu memantau informasi cuaca maritim BMKG.
Laporan BMKG untuk periode 30 Oktober hingga 5 November 2026 menyebut kondisi atmosfer dapat mendukung pembentukan awan konvektif dan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, rincian per kabupaten NTT dalam laporan tersebut terbatas. Informasi maritim RRI secara khusus menyebut wilayah perairan dan rentang tinggi gelombang di NTT.
Wilayah yang perlu menjadi perhatian mencakup Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, serta Rote. Alor disebut dalam prakiraan cuaca NTT sebagai kabupaten dengan kondisi berawan dan suhu udara 21–30 derajat Celsius, tetapi laporan gelombang yang dirujuk tidak mencantumkan perairan Alor sebagai lokasi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Headline NTT
Pemprov NTT Koordinasikan Verifikasi Koperasi Desa Merah Putih
Rapat koordinasi di Kupang pada 3–5 November 2026 membahas progres, kendala, dan hasil verifikasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di N…
Paling ramai di Bencana

Baca juga





