Gubernur NTT Minta Polda Perkuat Pencegahan Radikalisme
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi Kapolda NTT Reza Arief Dewanto di Kupang pada 21 Oktober 2026. Keduanya membahas sinergi keamanan dan pencegahan radikalisme.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi Kapolda NTT Inspektur Jenderal Reza Arief Dewanto pada 21 Oktober 2026. Pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT dan dihadiri Wakapolda NTT serta jajaran kepolisian.
Mengapa ini penting: Arahan tersebut menjadi dasar koordinasi pemerintah daerah dan kepolisian untuk mencegah radikalisme serta menjaga keamanan yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik di NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Melki meminta kepolisian mengedepankan pencegahan dan deteksi dini untuk mengantisipasi penyebaran paham radikalisme, terutama di kalangan generasi muda. Ia juga menekankan perlunya sinergi pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah agar program pembangunan berjalan aman dan lancar, menurut Timor Express.
Melki mengatakan stabilitas keamanan mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, dan aktivitas sosial masyarakat. Ia meminta kepolisian tidak hanya bertindak setelah persoalan muncul, tetapi memperkuat pencegahan melalui deteksi dini, edukasi, sosialisasi, dan pendekatan kepada masyarakat.
Gubernur juga menyebut pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi dengan Polda NTT diperlukan agar pembangunan memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam pemberitaan terpisah pada hari yang sama, Reza meminta personel lalu lintas memberikan pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan responsif. Ia menyampaikan arahan itu saat membuka rapat kerja teknis fungsi lalu lintas Polda NTT di Kota Kupang, menurut Timor Express.
Pertemuan Gubernur NTT dan Kapolda NTT merupakan audiensi kelembagaan. Sumber yang memuat pertemuan tersebut tidak menyebut adanya kebijakan operasional baru, pengerahan pasukan, atau target angka pelayanan keamanan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Timor
DPRD NTT Soroti Pengecer BBM di Kupang
DPRD NTT menilai tekanan ekonomi mendorong pengecer BBM di Kupang. DPRD meminta pengawasan distribusi diperketat setelah pasokan berangsur normal pasc…
Terbaru di Headline NTT

Berita utama hari ini

Baca juga





