BNPB Catat 98.986 Rumah Rusak Akibat Gempa Flores
BNPB dan lembaga kemitraan mencatat total 98.986 rumah dan ratusan fasilitas umum rusak akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 98.986 rumah rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Data tersebut tercantum dalam Laporan Situasi nomor 9 tentang gempabumi dan tsunami Flores yang disusun atas dasar laporan BNPB per 9 September 2026.
Laporan yang sama mencatat 60.574 jiwa mengungsi dan 135 orang meninggal, serta 1.764 orang luka-luka. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur muncul sebagai dua wilayah dengan jumlah rumah rusak dan pengungsi tertinggi.
BNPB sebelumnya menyebutkan bahwa pendataan awal mencakup 102.384 rumah di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Hingga 7 September 2026, verifikasi lapangan telah dilakukan terhadap 51.591 rumah atau sekitar 50 persen dari data awal.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan, dari 51.591 rumah yang sudah diverifikasi, 2.382 unit masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan, sedangkan 27.756 rumah dinyatakan tidak mengalami kerusakan.
Kerusakan rumah dan fasilitas umum
Laporan Situasi #9 yang dipublikasikan IHCP Indonesia merinci sebaran rumah rusak dan pengungsi per kabupaten berdasarkan data BNPB per 9 September 2026. Manggarai Timur tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengungsi dan rumah rusak terbanyak, yakni 24.124 pengungsi dan 24.392 rumah rusak. Manggarai menyusul dengan 12.585 pengungsi dan 22.758 rumah rusak, sedangkan Manggarai Barat mencatat 8.576 pengungsi dan 9.742 rumah rusak.
Laporan tersebut juga mencatat kerusakan pada 157 fasilitas pelayanan kesehatan, 2.147 fasilitas pendidikan, 663 kantor, dan 602 fasilitas lain. Angka ini menggambarkan jenis dan jumlah fasilitas yang terdampak gempa di wilayah Flores dan sekitarnya.
Sebelumnya, BNPB menyatakan bahwa angka 102.384 rumah dalam pendataan awal belum merupakan angka final kerusakan, karena verifikasi dan validasi lapangan masih berlangsung. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kategori kerusakan dan menjadi dasar penyaluran bantuan perbaikan hunian.
Skema bantuan berbasis tingkat kerusakan
Dalam sejumlah pernyataan, BNPB menjelaskan bahwa bantuan bagi rumah terdampak gempa diberikan dalam bentuk bantuan stimulan yang besarannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan: rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung perbaikan atau pembangunan kembali rumah warga yang terdampak di tujuh kabupaten.
Di luar bantuan stimulan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyiapkan hunian sementara dan hunian tetap untuk warga dengan rumah rusak berat di wilayah yang terdampak paling parah. Skema ini dijalankan paralel dengan proses verifikasi kerusakan bangunan dan pemulihan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
Pembongkaran dan rumah contoh di Manggarai
Di Kabupaten Manggarai, penanganan memasuki tahap pembongkaran rumah yang dinilai tidak lagi layak huni akibat gempa. Media Indonesia melaporkan salah satu rumah rusak berat milik Elisabeth Daus di Kelurahan Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong, mulai dibongkar menggunakan alat berat pada Selasa, 8 September 2026. Bangunan tersebut dikategorikan rusak lebih dari 71 persen.
Lahan bekas rumah itu direncanakan menjadi lokasi pembangunan rumah contoh untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi korban gempa di Manggarai. Menurut laporan yang sama, rumah contoh hunian sementara berukuran 4 x 6 meter, sedangkan hunian tetap berukuran 6 x 6 meter. Model ini disiapkan sebagai acuan pembangunan hunian bagi warga dengan rumah rusak berat di wilayah tersebut.
Selain pembangunan rumah contoh, Kementerian Kesehatan melalui situasi laporan penanganan bencana di NTT menyoroti kerusakan fasilitas kesehatan dan upaya pemulihan layanan di kawasan terdampak, termasuk Flores. Upaya pemulihan dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan darurat yang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan BNPB.
Sumber
- IHCP Indonesia – Laporan Situasi #9 Gempabumi dan Tsunami di Flores dan Sekitarnya
- Media Indonesia – Tanggap Darurat Gempa di Flores Berakhir, Kini Masuk Pemulihan
- INN Indonesia – BNPB Verifikasi Ribuan Rumah Rusak Pascagempa NTT
- kampiunnews – Gempa Flores M7,7: 13.863 Gempa Susulan Tercatat, 51.591 Rumah Telah Diverifikasi
Berita berikutnya
Lava Ili Lewotolok Masuk Kawasan Rumah Adat Lewohala
Aliran lava Gunung Ili Lewotolok di Lembata pada 8 September 2026 memasuki kawasan rumah adat Lewohala dan kebun warga di Desa Jontona.

