NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

BPOLBF Perkuat Flores sebagai Destinasi Utama Ziarah Katolik

BPOLBF bersama keuskupan dan pelaku usaha pariwisata di Flores menyusun peta perjalanan wisata ziarah Katolik dan menggelar forum bisnis virtual pada Mei 2025 untuk memperkuat posisi Flores sebagai destinasi utama ziarah Katolik di…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Seorang petani jagung lokal di Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT, sedang menyiangi gulma pada tanam jagung miliknya…
Foto arsip: Seorang petani jagung lokal di Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT, sedang menyiangi gulma pada tanam jagung miliknya. · Foto: Konstan Aman / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperkuat posisi Pulau Flores sebagai destinasi utama wisata ziarah Katolik melalui peluncuran peta perjalanan wisata dan penyelenggaraan forum bisnis virtual yang mempertemukan pelaku usaha perjalanan dari Flores dan berbagai daerah di Indonesia.

Menurut laporan Labuan Bajo Today, BPOLBF menggelar Virtual Table Top Business Meeting bertajuk Pilgrimage Tourism Flores pada Kamis, 15 Mei 2025. Kegiatan ini mempertemukan enam buyer dari dalam negeri dengan enam seller lokal dari Pulau Flores yang bergerak di sektor pariwisata.

Forum bisnis tersebut dirancang untuk mempromosikan Flores sebagai destinasi unggulan wisata ziarah Katolik di tingkat nasional dan internasional, sekaligus mendorong lahirnya paket perjalanan bertema religi yang terkurasi. BPOLBF menyebut kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi wisata ziarah Flores, memetakan pola perjalanan yang berkelanjutan, dan membuka peluang transaksi bisnis antara pelaku usaha.

Daya tarik dan pola perjalanan ziarah

Upaya promosi wisata ziarah Katolik di Flores beriringan dengan penyusunan dan peluncuran travel pattern atau peta perjalanan pariwisata religi Katolik Pulau Flores. BPOLBF, bekerja sama dengan Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Agung Ende, serta sejumlah dinas pariwisata daerah, merilis pola perjalanan yang memuat rekomendasi rute dan titik ziarah bagi peziarah dan wisatawan.

Menurut keterangan BPOLBF, peta perjalanan itu memuat 54 lokasi yang direkomendasikan, mencakup gereja, kapela, Gua Maria, taman doa, situs sejarah religi, dan rumah retret yang tersebar di Flores bagian barat, tengah, dan timur. Pola perjalanan ini diharapkan menjadi panduan bagi umat Katolik dan peziarah yang ingin menjelajahi warisan religius di Flores.

Selain Pulau Flores secara keseluruhan, BPOLBF juga sebelumnya merilis peta perjalanan ziarah religi Katolik khusus wilayah Labuan Bajo yang memuat 12 titik lokasi, mulai dari gereja hingga Gua Maria dan toko pernak-pernik kerohanian. Langkah ini disebut sebagai tindak lanjut dari rangkaian webinar dan focus group discussion tentang potensi dan strategi pengembangan wisata religi Katolik di Pulau Flores.

Forum bisnis dan pelibatan pelaku usaha

Informasi awal mengenai forum bisnis virtual Pilgrimage Tourism Flores dipublikasikan oleh media daring nasional yang mengutip penjelasan BPOLBF. BPOLBF menyatakan forum pada 15 Mei 2025 itu ditujukan untuk mengintegrasikan daya tarik ziarah Katolik ke dalam paket wisata yang ditawarkan oleh biro perjalanan.

Labuan Bajo Today menulis bahwa kegiatan pada pertengahan Mei 2025 mempertemukan enam buyer dan enam seller lokal dari Flores. BPOLBF menegaskan dalam dokumen kinerja dan informasi resmi bahwa table top wisata religi digelar untuk mengoptimalkan pengembangan wisata religi melalui kolaborasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan, memperkenalkan potensi wisata ziarah Flores, serta mendorong penciptaan paket wisata yang terkurasi.

Dalam kerangka kebijakan yang lebih luas, BPOLBF menyebut penguatan wisata religi Katolik sebagai bagian dari upaya menjadikan Flores sebagai destinasi utama wisata religi Katolik di Indonesia. Lembaga ini juga mengembangkan narasi destinasi, promosi digital, dan forum bisnis, serta menjalin kolaborasi dengan gereja, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas lokal.

Peran gereja dan masyarakat lokal

The Jakarta Post melaporkan bahwa peluncuran travel pattern Pulau Flores dilakukan melalui kerja sama erat antara BPOLBF dan keuskupan-keuskupan di Flores. Pola perjalanan itu bukan sekadar daftar lokasi, melainkan panduan yang dirancang untuk menuntun peziarah mengelilingi situs-situs religi dan sejarah misionaris di Pulau Flores.

BPOLBF menekankan bahwa inisiatif seperti Camino Flores dirancang berbeda dari kunjungan singkat ke satu destinasi. Konsep perjalanan spiritual lintas wilayah ini menghubungkan berbagai situs religi dan sejarah misionaris di Pulau Flores, dengan tujuan memperkuat pengalaman rohani peziarah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dalam pemberitaan lain, Semana Santa di Larantuka disebut sebagai salah satu daya tarik utama wisata religi di Flores Timur. Pejabat daerah dan BPOLBF memandang prosesi pekan suci Paskah tersebut sebagai ritual dengan potensi wisata yang besar dan perlu diikuti dengan transformasi sosial serta kontribusi lokal.

Rangkaian peluncuran peta perjalanan, forum bisnis, dan pengembangan konsep perjalanan lintas situs menunjukkan bahwa Flores diposisikan bukan hanya sebagai lokasi kunjungan ke situs keagamaan, tetapi sebagai tujuan ziarah yang menggabungkan pengalaman spiritual, sejarah gereja, dan kehidupan masyarakat lokal.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.